ZONAUTARA.com – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memanggil manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk mengklarifikasi pemadaman bergilir yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pemanggilan ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait kondisi yang menyebabkan gangguan dalam pasokan listrik di wilayah tersebut.
“Kita telah memanggil dan mendapat penjelasan langsung dari GM PLN wilayah Kalsel-Kalteng, Pak Iwan, kemarin terkait kondisi pemadaman bergilir ini,” kata Muhidin. Menurut penjelasan dari pihak PLN, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan akibat perbaikan mesin pembangkit pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Bangkanai di Barito Utara, Kalimantan Tengah.
PLTGU Bangkanai merupakan pemasok energi listrik utama bagi sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Meskipun kondisi pembangkit di Kalimantan Selatan aman, interkoneksi sistem mengakibatkan terganggunya pasokan listrik secara keseluruhan sehingga diperlukan pemadaman bergilir.
Lebih lanjut, Muhidin menyebutkan bahwa PLN melaporkan penurunan debit waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar akibat kemarau. Kondisi ini berdampak pada operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor yang berkapasitas 30 megawatt. “Kita harapkan beberapa hari ke depan pasokan listrik kembali normal dan masyarakat hendaknya bersabar,” ujar Muhidin.
Krisis energi listrik ini juga berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kehidupan masyarakat sehari-hari. Kondisi juga diperparah dengan adanya kebakaran permukiman yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik, seperti yang diungkapkan Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani, dalam rapat koordinasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 Provinsi Kalimantan Selatan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

