ZONAUTARA.com – Dua tornado dahsyat menyapu wilayah Provinsi Hubei, China bagian tengah, pada Senin malam, 6 Juli 2026, yang mengakibatkan setidaknya 11 orang meninggal dunia. Badan Penanggulangan Darurat setempat melaporkan bahwa angin kencang dengan kecepatan hingga 149 km/jam menghancurkan permukiman, menjungkirbalikkan mobil, dan merobek atap-atap bangunan.
Biro Meteorologi Hubei menyebut bahwa tornado ini merupakan kejadian langka di wilayah industri otomotif dan teknologi tersebut, dengan peristiwa serupa terakhir kali tercatat pada Mei 2021. Dalam bencana ini, otoritas mencatat satu orang masih hilang dan tengah dalam proses pencarian intensif.
Tayangan dari CCTV menunjukkan tim penyelamat di Huanggang memeriksa truk yang hancur dan mobil ringsek akibat tertimpa puing logam yang terhantam angin. Presiden China Xi Jinping segera memberikan instruksi kepada jajaran pemerintah untuk melakukan segala upaya menyelamatkan warga yang terdampak bencana.
Selain di Hubei, cuaca buruk juga mengakibatkan tanah longsor di Provinsi Gansu yang menyebabkan 33 orang hilang dan 16 orang lainnya belum ditemukan. Situasi darurat ini diperparah oleh ancaman Topan Super Bavi yang menuju pesisir timur China dan Taiwan. Pemerintah Taiwan menegaskan bersiaga penuh dengan mengerahkan 29.000 personel militer.
Menurut pemerintah Taiwan, Topan Super Bavi diperkirakan akan memberikan dampak pada hari Jumat dengan hujan tinggi lebih dari satu meter di beberapa area, dan sedikit melemah saat mendekati utara pulau. Sebelumnya, topan ini melewati Guam, Tinian, Saipan, dan Rota dengan kecepatan angin mencapai 289 km/jam.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

