ZONAUTARA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (9/7/2026) dibuka melemah. Berdasarkan data perdagangan, IHSG terkoreksi sebesar 7,60 poin atau turun 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, sehingga berada pada posisi 5.865,77. Tekanan jual terbatas menyertai awal sesi perdagangan ini di tengah dinamika pasar keuangan domestik dan global.
Pelemahan IHSG pada pembukaan pagi ini juga terkait dengan kondisi nilai tukar Rupiah yang mengalami tekanan terhadap dolar AS. Para pelaku pasar cenderung mengadopsi sikap hati-hati sambil menunggu rilis data ekonomi terbaru serta kebijakan moneter global yang berdampak pada aliran modal menuju pasar negara berkembang.
Dari sisi teknikal, pergerakan indeks diprediksi akan diuji pada level support terdekat. Para investor disarankan untuk terus memonitor volume perdagangan, serta pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang sering kali menjadi penentu arah indeks di BEI.
IHSG sebelumnya ditutup di level 5.873,37 pada Rabu (8/7/2026), terdampak oleh sentimen negatif pasca diumumkan bahwa S&P Dow Jones memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau reklasifikasi. Selain itu, pelemahan Rupiah hingga Rp17.993 akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut memberikan tekanan terhadap pasar saham.
Catatan: Data pergerakan pasar saham bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sepanjang jam perdagangan berlangsung hingga penutupan sesi sore nanti.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

