ZONAUTARA.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara khusus menyoroti penemuan kasus baru kusta yang sudah mengalami kecacatan tingkat 2 setiap tahunnya. PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menekankan pentingnya penguatan deteksi dini dan akses layanan kesehatan berkualitas, terutama pada kelompok anak-anak. “Temuan kasus kusta juga terjadi pada kelompok anak yang menandakan masih perlunya penguatan deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Andi.
Pemerintah Indonesia berkomitmen pada target global WHO, yaitu Towards Zero Leprosy, yang mencakup nol penularan, nol disabilitas, dan nol stigma pada tahun 2030. Andi menyebutkan, “Langkah menuju 2030 membutuhkan akselerasi yang luar biasa dalam 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan kusta melalui penguatan surveillance, penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan kontak, peningkatan kualitas diagnosis dan tata laksana, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan,” katanya dalam konferensi nasional kusta 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).
Keberhasilan upaya penanggulangan kusta sangat tergantung pada implementasi program di daerah. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam implementasi yang efektif. “Sementara itu, wasor kusta yang merupakan salah satu ujung tombak efektif di daerah berperan tidak hanya sebagai ujung tombak pembinaan teknis, tetapi juga supervisi, monitoring, dan evaluasi, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan untuk menjamin mutu pelaksanaan program di lapangan,” ujar Andi.
Penyakit kusta, atau lepra, merupakan salah satu penyakit tertua yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Meskipun terapi multidrug WHO telah memperkenalkan kemajuan besar dalam pengelolaannya, penyakit ini belum sepenuhnya tereliminasi. Indonesia menduduki posisi ketiga dunia untuk beban penyakit kusta setelah India dan Brazil. “Keberadaan Indonesia dalam tiga besar beban kusta global menuntut refleksi mendalam mengenai efektivitas strategi yang selama ini dijalankan,” pungkas Andi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap komitmen Sasakawa Foundation dalam mengeliminasi penyakit kusta di Indonesia, seraya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya eliminasi kusta yang melihat faktor sosial sebagai pengaruh besar.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

