ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan yang terjadi di Spanyol telah menyebabkan 12 orang tewas dan 23 orang lainnya dinyatakan hilang. Kebakaran yang melanda 57.000 hektare lahan tersebut menjadi salah satu insiden paling mematikan di negara tersebut. Para korban meninggal saat mencoba melarikan diri dari kobaran api, dan 23 orang lainnya masih belum ditemukan.
Menurut keterangan pejabat setempat pada Jumat (10/7), pemadam kebakaran berjuang keras mengendalikan api yang dianggap sebagai salah satu kebakaran terbesar yang pernah tercatat di negara itu, seperti diberitakan oleh Reuters pada Sabtu (11/7/2026).
Antonio Sanz, kepala bidang kedaruratan di wilayah Andalusia, menyatakan bahwa satu korban tewas adalah warga Spanyol, sedangkan sisanya diduga warga negara asing. Korban dilaporkan mengabaikan instruksi untuk tetap berlindung. Mereka berusaha melarikan diri menggunakan mobil namun terjebak dalam kobaran api yang menjalar cepat karena embusan angin di sekitar kota Los Gallardos, Provinsi Almeria.
Empat korban yang tewas diduga warga Inggris karena posisi setir kanan mobil yang mereka gunakan. Delapan korban lainnya ditemukan tewas setelah keluar mobil dan mencoba melarikan diri dengan berjalan kaki melalui jalur yang tidak termasuk rencana evakuasi. Identifikasi korban dilakukan melalui tes DNA karena kondisi jenazah yang hangus terbakar.
Gelombang panas yang terjadi lebih awal diyakini mempercepat musim kebakaran di Spanyol tahun ini. Sepanjang 2026, sekitar 57.000 hektare lahan telah dilahap api. Hal ini setara dengan hampir setengah dari rata-rata tahunan selama dua puluh tahun terakhir atau 40% dari total luas lahan terbakar di Uni Eropa.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengakui bahwa upaya pencegahan yang ada kurang efektif. Ia berjanji akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mencegah kebakaran berskala besar di masa depan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

