Drama Pertandingan: Bellingham dan Tuchel Saling Serang Usai Kemenangan Inggris

Drama antara Bellingham dan Tuchel mencuat setelah Inggris menang atas Norwegia. Ketegangan ini menambah warna pada pertandingan yang dramatis.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Drama Pertandingan: Bellingham dan Tuchel Saling Serang Usai Kemenangan Inggris

ZONAUTARA.com – Pada Minggu pagi (12/7/2026) waktu setempat, Inggris meraih kemenangan atas Norwegia di Miami, berkat penampilan cemerlang dari Jude Bellingham dan momen dramatis yang melibatkan Djed Spence. Meskipun banyak yang merayakan, pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, merasa timnya dirugikan oleh keputusan VAR yang kontroversial.

Erling Haaland, pemain bintang Norwegia, mengalami frustrasi di lapangan dan berakhir dengan air mata. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, berkomentar di media sosial dengan sindiran tentang performa timnya, menambah ketegangan dalam konteks Piala Dunia Geopolitik. Keputusan VAR yang membatalkan gol Norwegia menjadi sorotan utama, dan perdebatan mengenai apakah bola menyentuh kabel overhead sebelum jatuh ke kaki Elliot Anderson pun mencuat.

“Tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas,” ungkap pernyataan resmi FIFA, meskipun banyak yang meragukan keabsahan keputusan tersebut. Solbakken menilai bahwa timnya seharusnya tidak harus menghadapi situasi sulit ini, dan meskipun Norwegia tidak berhasil meraih kemenangan, mereka patut berbangga telah mencapai babak ini.

Di kubu Inggris, hubungan antara pelatih Thomas Tuchel dan Jude Bellingham menjadi sorotan setelah pertandingan. Tuchel mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa tim, dan Bellingham merespons dengan nada defensif, menegaskan bahwa pelatih mungkin tidak memahami kondisi permainan yang dihadapi. Ketegangan ini menciptakan drama baru di lapangan, menambah bumbu dalam persaingan antara mereka.

“Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain di kondisi seperti itu,” sindir Bellingham, yang mungkin merujuk pada pengalaman Tuchel yang lebih terbatas sebagai pemain. Meski begitu, Bellingham tidak menyadari pujian yang diberikan Tuchel sebelumnya dalam wawancara yang sama. Ketegangan ini, meskipun tampak negatif, menunjukkan bahwa kedua individu ini memiliki ambisi tinggi untuk meraih kemenangan.




Dengan berakhirnya pertandingan, perhatian kini beralih ke pertemuan Inggris selanjutnya melawan Argentina di Atlanta. Meskipun ada tantangan di depan, harapan untuk meraih kejayaan masih menyala bagi tim nasional Inggris.

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com