ZONAUTARA.com – Fox telah mengucapkan selamat tinggal kepada penonton setelah menyelesaikan siaran Piala Dunia 2026 di AS, yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat. Selama delapan tahun terakhir, Fox menjadi rumah bagi siaran Piala Dunia dalam bahasa Inggris di televisi AS, tetapi dengan hak siar untuk tahun 2030 dan seterusnya yang masih belum jelas, masa depan mereka tampak tidak pasti.
Pembawa acara yang penuh semangat dan pria dewasa yang mengenakan jas dan sepatu sneakers kini menjadi kenangan. Siaran tersebut dipenuhi dengan momen-momen yang mengesankan, seperti ketika Landon Donovan mengumumkan setiap penampakan selebriti dengan gaya yang khas.
Namun, ada juga banyak hal yang mengecewakan, termasuk grafik momen yang hanya muncul saat momentum pertandingan tidak memerlukan penjelasan, serta tampilan yang tidak memuaskan dari para komentator. Rebecca Lowe selalu mengingatkan timnya untuk diam ketika ia perlu berbicara, menambah kesan bahwa siaran ini kurang terorganisir.
Puncak dari siaran adalah gambar gelas bir yang diletakkan di depan tamu di acara larut malam James Corden, yang selalu terlihat setengah penuh dan menjadi metafora yang kuat untuk pengalaman yang kurang memuaskan dari siaran tersebut. Meskipun siaran di Fox lebih baik dibandingkan Piala Dunia 2022, masih banyak yang perlu diperbaiki.
Pembawa acara utama, Rebecca Lowe, menunjukkan keterampilan luar biasa dalam memimpin diskusi, sementara para komentator seperti Thierry Henry dan Zlatan Ibrahimović memberikan analisis yang menarik meskipun ada beberapa kebingungan di awal. Clarence Seedorf juga menjadi sosok yang penting, memberikan pandangan yang mendalam dan humor yang menyenangkan.
Namun, tidak semua orang terkesan dengan Alexi Lalas, yang mendapat kritik keras di media sosial. Eric Shanks, CEO Fox Sports, membela Lalas sebagai ‘pilar’ penutupan sepak bola mereka, meskipun banyak yang merasa sebaliknya.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa momen positif, siaran Piala Dunia 2026 di Fox tidak sepenuhnya memenuhi harapan. Dengan masa depan yang tidak jelas dan hak siar yang diperebutkan, banyak yang berharap untuk perbaikan yang signifikan di masa mendatang.
Sumber: The Guardian

