ZONAUTARA.com – Tiga kapal tanker minyak dukungan Amerika Serikat mengalami insiden di Selat Hormuz yang telah dipenuhi ranjau, ketika salah satu dari mereka meledak, demikian pernyataan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dirilis pada Kamis.
Kapal-kapal tersebut berusaha melintasi jalur laut yang berbahaya di wilayah selatan Selat Hormuz. Setelah satu kapal tanker meledak dan terbakar, dua lainnya segera berbalik arah untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
IRGC menegaskan tidak ada kapal tanker minyak yang diizinkan melalui rute tersebut tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran. “Setiap kapal yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama,” ujar IRGC seperti dikutip Press TV.
Sebelumnya, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi mengingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau dan menyarankan agar tidak terjebak dalam strategi Amerika Serikat. “Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda,” kata Mohebbi.
Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan aksi militer terhadap Iran, dengan menargetkan fasilitas infrastruktur seperti jembatan atau pembangkit listrik di Iran sebagai respons jika Iran mengambil tindakan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

