ZONAUTARA.com – Sebanyak 200 keluarga di Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau ekstrem. Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua bulan, memaksa warga desa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pada Kamis (23/7), pantauan CNN Indonesia menunjukkan bahwa keran-keran di rumah warga hanya mengeluarkan sedikit air, bahkan beberapa tidak mengalir sama sekali. Tidak ada sumber air bersih alternatif yang mudah dijangkau di wilayah tersebut. “Dari beberapa minggu kemarin, sumur di rumah sudah sama sekali enggak ngeluarin air,” ujar seorang warga, Suratni.
Dalam situasi ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang memberikan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Kedatangan bantuan tersebut disambut puluhan warga yang membawa galon, ember, hingga drum untuk menampung air.
Ketua RT 02 RW 02 Desa Kosambi Dalam, Kustara, menyatakan bahwa lebih dari 200 keluarga terdampak oleh kekeringan ini. “Selama kekurangan air ini untuk minum, masak, dan mencuci sangat sulit. Di sini ada lebih dari 200 keluarga, semenjak tidak ada air bersih warga harus membeli air,” jelas Kustara, menambahkan bahwa satu keluarga rata-rata membutuhkan 200 liter air setiap hari.
Seorang warga lain, Suhernah, mengungkapkan bahwa ia harus membeli air bersih seharga Rp25.000 per gerobak setiap hari. “Harus beli air bersih, satu gerobak itu Rp25 ribu, satu hari bisa beli satu gerobak air bersih. Sebenarnya di sebelah sana ada air tapi jaraknya jauh makanya saya lebih memilih beli,” ungkap Suhernah, yang berharap bantuan air bersih dari PMI dapat diberikan secara rutin selama musim kemarau berlangsung.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

