Dosen USK Raih Beasiswa Doktor di Amerika Serikat

Dosen USK, Nani Safuni, mendapat beasiswa doktor di University of Rhode Island berkat kejujuran dan keterbukaannya.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Nani Safuni, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK), sukses mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi doktor (PhD) di College of Nursing, University of Rhode Island (URI), Amerika Serikat. Keberhasilan ini dicapai melalui skema Assistance Scholarship yang menanggung biaya kuliah penuh, asuransi kesehatan, serta biaya hidupnya.

Nani mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki rencana serius untuk studi di Amerika Serikat. Langkah ini diawali saat ia mengikuti sosialisasi kerja sama antara USK dan University of Rhode Island yang dihadiri perwakilan URI, Brooke William Ross. “Jujur saja, niat awal datang sederhana, sekadar menguji kemampuan listening setelah lama tidak berada di lingkungan berbahasa Inggris,” kata Nani, Minggu (26/7).

Setelah sosialisasi tersebut, Nani berkesempatan mengikuti pendampingan pengajuan aplikasi untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA). Ia memilih menyelesaikan seluruh dokumen secara mandiri. Beberapa pekan kemudian, Nani menerima kabar bahwa dirinya diterima di College of Nursing URI. Namun, ia sempat mengurungkan niat melanjutkan proses karena keterbatasan biaya kuliah dan dukungan pendanaan.

“Saya memiliki LoA, tetapi tidak punya biaya pribadi, tidak ada bantuan institusi, dan belum memperoleh beasiswa,” ujarnya. Karena itu, Nani sempat mengabaikan sejumlah email dari pihak kampus berisi panduan pengurusan visa, hingga akhirnya ia memutuskan membalas dan menjelaskan kondisi keuangannya secara terbuka.

Kejujuran Nani justru menjadi titik balik. Dua pekan setelah itu, URI menawarkan skema Assistance Scholarship yang memintanya menjadi Teaching Assistant di College of Nursing. Skema ini memberinya pembebasan biaya pendidikan, asuransi kesehatan, dan honor sebagai asisten dosen. Setelah hampir dua tahun menjalani studi doktor di URI, Nani menyadari bahwa kesempatan besar sering datang dari keberanian mencoba dan bersikap terbuka. “Jika hari itu saya tidak melengkapi pengisian aplikasi, mungkin sampai sekarang saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di Amerika Serikat,” ujarnya. Nani pun berpesan kepada generasi muda untuk tidak menyerah mengejar pendidikan tinggi meski terbatas.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com