ZONAUTARA.com – Gempa dahsyat mengguncang Pulau Kyushu di Jepang pada 28 Juli, menyebabkan lebih dari 150.000 orang harus dievakuasi. Gempa ini menimbulkan pemadaman listrik, merusak jalan-jalan, menjatuhkan sebagian dinding kastil, dan menghancurkan sebuah jembatan penyeberangan.
Lebih dari 40.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik akibat gempa tersebut. Selain itu, beberapa orang dilaporkan hilang setelah sebuah cerobong asap runtuh di pabrik kertas di prefektur Kumamoto, menurut laporan polisi yang dikutip oleh lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.
Dampak dari gempa ini sangat terasa di wilayah tersebut, dengan banyak infrastruktur yang terkena kerusakan. Upaya penyelamatan dan evakuasi terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan keselamatan warga yang terkena dampak.
Gempa ini juga menyoroti kerentanan Jepang terhadap bencana alam, meskipun negara ini telah dikenal dengan standar bangunan yang ketat dan kesiapan menghadapi bencana. Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat.
Menurut laporan terbaru, proses perbaikan dan pemulihan sedang berlangsung untuk mengembalikan keseharian masyarakat yang terkena dampak gempa ini. Bantuan dari pemerintah dan organisasi internasional juga diharapkan akan segera tiba untuk mendukung pemulihan.
Diolah dari laporan BBC News.

