Fifa Batalkan Rencana Investasi Piala Dunia yang Kontroversial

Fifa batalkan rencana investasi untuk Piala Dunia setelah mendapat banyak penolakan. Presiden Fifa, Gianni Infantino, mengumumkan keputusan ini.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Presiden Fifa Gianni Infantino mengumumkan pembatalan rencana kontroversialnya untuk menjual kepemilikian sebagian dari kompetisi utama badan tersebut, termasuk Piala Dunia, setelah mendapat penolakan luas. Infantino menjelaskan bahwa proyek tersebut telah “menciptakan perpecahan” dan tidak lagi sesuai dengan tujuan awalnya. Ia menegaskan bahwa “konsekuensinya, proposal ini tidak akan dilanjutkan.”

Infantino sebelumnya menawarkan $40 juta kepada semua 211 asosiasi anggota Fifa jika mereka mendukung proposal investasi swasta untuk turnamen-turnamen tersebut. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menyambut baik keputusan untuk menarik rencana ini. “Masa depan sepak bola global harus selalu dibentuk melalui konsultasi yang tepat, dialog kolektif, dan rasa hormat terhadap struktur pemerintahan yang telah ada,” ujarnya.

Asosiasi sepak bola Eropa yang tergabung dalam Uefa, yang terdiri dari 55 anggota, telah memilih untuk memboikot Piala Dunia jika rencana ini dijalankan. CEO Fifa, Kevin Lamour, mengatakan bahwa administrasi Fifa sendiri merasa “tertipu” dengan proyek ini. Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino dalam strategi dan pemerintahan global, mengundurkan diri, menyebut proposal ini sebagai “kesepakatan buruk bagi sepak bola” dan “akan menggadaikan masa depan sepak bola”.

Rencana Infantino menghadapi tantangan signifikan dari konfederasi lainnya. Concacaf, yang mewakili sepak bola di Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, menolak proposal tersebut dengan sebagian besar anggotanya kehilangan kepercayaan pada Infantino. AFC menyatakan solidaritas dengan Uefa dan Concacaf, dan Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menganggap Infantino tidak pantas memimpin Fifa.

Tekanan untuk memenangkan pemilu kembali pada periode keempat sebagai presiden dalam Kongres Fifa yang akan datang meningkat setelah rencananya mendapat penolakan besar dari Uefa, Concacaf, dan AFC. Konfederasi dari Afrika (CAF) dan Oseania (OFC) akan membahas rencana ini pada bulan Agustus. Conmebol dari Amerika Selatan meminta penjelasan lebih lanjut dari Fifa tentang proposal tersebut.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com