ZONAUTARA.com – Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Bitung, Aqil Ihsan, menyatakan fenomena El Nino di wilayah Bitung telah memasuki kategori kuat dengan indeks mencapai 1,94. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Aqil usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Antisipasi Fenomena El Nino yang berlangsung di halaman Polres Bitung, Selasa (4/8/2026).
“El Nino saat ini sudah berada pada kategori kuat dengan indeks 1,94. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Selain ancaman karhutla, Aqil juga mengingatkan para nelayan agar tetap memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang saat melaut. Saat ini, tinggi gelombang di perairan Bitung berkisar 1,5 meter.
“Pada saat ini tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sehingga diminta nelayan tetap waspada,” katanya.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir terpantau adanya siklon tropis di atas wilayah Papua yang berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Sulawesi Utara, terutama di wilayah Kepulauan Talaud.
Meski demikian, kondisi perairan di sekitar Bitung masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
“Untuk perairan Bitung sendiri kategorinya masih rendah, sehingga masih bisa dimanfaatkan nelayan untuk melaut,” jelas Aqil.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar mengajak masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Menurut Hengky, Pemerintah Kota Bitung telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, di antaranya memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri serta memastikan kesiapan armada pemadam kebakaran.
“Para camat juga akan turun langsung ke wilayah masing-masing untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho mengatakan sebanyak 100 personel gabungan telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama periode El Nino.
Ia menjelaskan, apel gelar pasukan merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, dampak dari El Nino bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.
“Tentunya warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membakar lahan secara sembarangan,” pungkasnya. (yb)

