ZONAUTARA.com – PT Lautan Luas Tbk, perusahaan dengan bisnis di berbagai sektor industri, memperkuat upaya transisi energi melalui kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di delapan lokasi operasional perusahaan, sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi mereka. Proyek ini ditargetkan mulai pada tahun 2024.
Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Manager PT Lautan Luas Tbk, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penggunaan energi terbarukan. “Yang telah dilakukan adalah dengan cara melakukan pemasangan solar panel di berbagai usaha, dimulai di tahun 2024,” kata Eurike dalam diskusi bertajuk Transisi Energi Terintegrasi untuk Percepatan Dekarbonisasi Sektor Industri di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menurut Eurike, pada usia ke-75 tahun, Lautan Luas berambisi untuk memperluas pemanfaatan energi surya melalui kerja sama tersebut. Perusahaan telah menyusun roadmap bersama Greenvolt untuk pemasangan PLTS di delapan lokasi, yang terdiri dari tujuh lokasi di Pulau Jawa dan satu di Sumatra Selatan, dengan kapasitas terpasang total mencapai 1.436 kilowatt peak (kWp).
Eurike menambahkan, energi yang dihasilkan dari PLTS ini diharapkan mencapai 1.800 megawatt hour (MWh) per tahun, dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 1.455 ton CO2 tiap tahunnya. Sebelumnya, penggunaan PLTS telah diterapkan di dua lokasi: Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga, yang telah menghasilkan lebih dari 500 kWp dan mengurangi emisi sebesar 600 ton CO2.
Kepala Pengembangan Bisnis Greenvolt Power Indonesia, Bobby Benly, menekankan pentingnya transisi energi bagi industri. “Transisi is already mandatory. Tapi gimana caranya transisi ini kita lakukan secara strategis,” ujar Bobby. Implementasi transisi energi, menurut Bobby, juga harus dilihat sebagai upaya memperkuat daya saing jangka panjang perusahaan.
Diolah dari laporan Tirto.id.

