ZONAUTARA.com – Pada tanggal 5 Agustus 2026, Indonesia disibukkan dengan berbagai langkah mitigasi untuk mengatasi dampak iklim dan kebijakan perpajakan yang baru saja dibatalkan. Gubernur DKI Jakarta bersiap menghadapi El Nino, sementara kebijakan perpajakan untuk pedagang online dibatalkan setelah adanya keberatan. Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menyusun program insentif untuk mengatasi tantangan kekeringan, yang berpotensi mengancam sektor pertanian.
Pramono Setujui Modifikasi Cuaca Berkala
Dikutip dari Antara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setuju untuk melakukan operasi modifikasi cuaca hingga dua kali per minggu sebagai langkah menghadapi El Nino. Pramono mengatakan persiapan sudah dilakukan meski kemungkinan ada awan kecil. Fokus juga diberikan pada antisipasi kebakaran dan ISPA terkait cuaca kering.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Pengembalian Pajak Pedagang Online Dikembalikan
DJP melalui CNBC Indonesia melaporkan bahwa pajak yang telah dipungut dari pedagang online akan dikembalikan menyusul pembatalan skema PPh Pasal 22 oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keputusan ini bertepatan dengan pembatalan peraturan penunjukan e-commerce sejak 1 Juli 2026.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Gempa Tidak Picu Tsunami: BMKG
CNBC Indonesia melaporkan bahwa gempa bermagnitudo 5,3 mengguncang selatan Jawa, tepatnya 79 km barat daya Pangandaran. Meski cukup kuat, BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Kedalaman gempa terukur sekitar 18 km, menjadikannya relatif aman dari tsunami.
Baca selengkapnya di CNN Indonesia – Nasional →
Pemerintah Susun Insentif Kemarau
Menurut Tirto.id, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sedang memonitor dampak musim kemarau sebelum memutuskan bentuk insentif. Fokus diberikan pada sektor pertanian dengan memanfaatkan air sungai untuk irigasi dan pompanisasi sudah dilakukan pada beberapa lokasi.
Baca selengkapnya di Tirto.id →
Langkah-langkah mitigasi dampak cuaca ekstrem dan modifikasi regulasi pajak masih dalam proses implementasi. Bagaimana keberlanjutannya akan sangat dipantau.

