ZONAUTARA.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa rencana penerbitan obligasi daerah sebesar Rp5,2 triliun pada tahun 2027 dapat menjadi model nasional bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Melalui skema pembiayaan ini, Jakarta diharapkan dapat mendukung pembangunan tanpa mengganggu kesehatan fiskal daerah.
“Saya meyakini bahwa nantinya kalau kemudian Jakarta akan me-launching itu, model ini akan bisa menjadi role model juga bagi daerah lain dan saya meyakini itu akan membawa dampak yang positif bagi keuangan Jakarta juga,” ungkap Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
Pada awalnya, nilai obligasi direncanakan sebesar Rp3,5 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp5,2 triliun untuk mendanai proyek LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas. Selain itu, dana ini akan digunakan untuk sektor kesehatan dan sosial, termasuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional.
Pramono menjelaskan bahwa meskipun keuangan Jakarta saat ini sehat dengan kapasitas mengelola utang hingga Rp20 triliun, Pemprov DKI membatasi nilai obligasi sebesar Rp5,2 triliun sesuai arahan Menteri Dalam Negeri agar tidak membebani pemerintahan berikutnya. Saat ini, perizinan sedang dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat.
Persiapan penerbitan obligasi ini melibatkan diskusi mendalam dengan lembaga internasional yang ahli dalam pembiayaan kota melalui obligasi. “Kami tentunya mendengarkan, meminta saran, berdiskusi dengan lembaga-lembaga kredibel yang sudah biasa melakukan obligasi untuk kota-kota di dunia,” pungkas Pramono.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

