ZONAUTARA.com – Hari ini, perhatian tertuju pada langkah Presiden Prabowo Subianto yang berupaya mendorong inovasi di Indonesia melalui dialog dengan peneliti BRIN. Selain itu, Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) menjadi topik hangat dalam diskusi antara MPR dan Presiden terkait pembentukan dasar hukum yang tepat. Dua hal ini menandai upaya untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional dan inovasi, penting bagi kemajuan dan stabilitas negara.
150 Peneliti BRIN Berdialog di Istana
Dikutip dari Antara, Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berdialog dan memperlihatkan inovasi mereka di Istana Kepresidenan. Langkah ini menyoroti pentingnya inovasi dalam mendukung pembangunan nasional dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap riset dan teknologi.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Prabowo Tegaskan Jenis Produk Hukum PPHN
CNN Indonesia melaporkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan MPR untuk membahas Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Prabowo menekankan pentingnya memastikan kesesuaian PPHN dengan produk hukum yang tepat, dengan opsi berupa UUD, TAP MPR, atau undang-undang.
Baca selengkapnya di CNN Indonesia – Nasional →
Target 60 Juta Penerima MBG Dicanangkan
Menurut Tirto.id, pemerintah menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar sekitar 60 juta penerima pada 2027. Proses pemutakhiran data masih berlangsung untuk mengatasi masalah data ganda dan memastikan ketepatan sasaran program. Penyesuaian ini dilakukan pasca refocusing anggaran, sebagaimana disampaikan Menteri Zulkifli Hasan.
Baca selengkapnya di Tirto.id →
Penjajakan jenis produk hukum untuk PPHN dan validasi data penerima program MBG akan terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Keputusan ini akan mempengaruhi kebijakan jangka panjang negara.

