Alasan Pemain Sepak Bola Perlu Jeda 72 Jam Antarpertandingan

Pentingnya jeda 72 jam antarpertandingan bagi pemain sepak bola untuk pemulihan dan mencegah cedera.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Jadwal semifinal dan final Piala Presiden 2026 menimbulkan debat terkait waktu pemulihan pemain sepak bola yang memadai. Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menilai bahwa jeda 50 jam sebelum pertandingan final terlalu sedikit, terutama setelah kemenangan melawan Persija di semifinal. Tolic menyoroti bahwa waktu tersebut harus dibagi untuk perjalanan, tidur, latihan, dan persiapan pertandingan. “Lalu jika ada pemain yang terkena serangan jantung, siapa yang akan bertanggung jawab?” ujar pelatih asal Kroasia itu usai pertandingan.

Masalah ini mendapatkan perhatian luas di media sosial. Menanggapi kritik ini, anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memberikan komentar singkat, “Semoga aman mereka.” Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Administrasi Turnamen PSSI, Risha Adi Wijaya, menambahkan bahwa setiap klub sebenarnya bisa merotasi hingga 12 pemain dalam satu pertandingan, sehingga pelatih perlu mengatur rotasi dengan bijaksana.

Polemik serupa juga terjadi di liga sepak bola Eropa, di mana klub-klub besar menghadapi jadwal padat karena kombinasi liga domestik, kompetisi Eropa, dan turnamen internasional. FIFPRO, organisasi perwakilan pesepak bola profesional dunia, melaporkan lebih dari 54 persen pemain elite kini mengalami beban kerja berlebih. Kalender pertandingan yang padat dipicu oleh tuntutan hak siar dan kepentingan komersial.

Contoh dari dampaknya bisa dilihat pada Rodri, gelandang Manchester City, yang harus menghadapi musim 2023/24 dan EURO 2024 dengan masa pemulihan yang sangat singkat. Raphael Varane, yang pensiun dari Tim Nasional Prancis pada usia 29 tahun, menyebut kelelahan fisik dan mental akibat jadwal padat sebagai alasan pensiun.

Penelitian oleh ilmuwan olahraga, seperti UEFA Elite Club Injury Study, menegaskan hubungan antara frekuensi pertandingan, pemulihan, dan risiko cedera. Pemulihan cadangan energi otot seperti glikogen, yang bisa memakan waktu hingga 72 jam, sangat krusial agar pemain dapat tampil optimal. Tanpa pemulihan yang cukup, pemain berisiko mengalami kelelahan yang lebih cepat dan performa yang menurun.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com