IMF Anjurkan Indonesia Kurangi Ketergantungan pada Investasi Portofolio

IMF menyarankan Indonesia kurangi ketergantungan pada investasi portofolio demi stabilitas ekonomi yang lebih baik.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengeluarkan saran kepada Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada investasi portofolio, atau yang sering disebut sebagai ‘duit panas’, karena kondisi ini membuat perekonomian Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal. Ketergantungan yang tinggi terhadap investasi portofolio asing dapat menyebabkan ketidakstabilan ketika terjadi perubahan tajam dalam sentimen pasar dan premi risiko, serta fluktuasi kondisi keuangan global.

Menurut laporan External Sector Report 2026 IMF, arus investasi portofolio di Indonesia pada 2025 menunjukkan arus keluar neto dari ekuitas dan obligasi swasta, serta pengurangan kepemilikan non-residen atas instrumen SRBI. Arus masuk investasi asing langsung (FDI) neto juga mengalami penurunan menjadi 1,0% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025, dari 1,1% pada 2024 dan 1,4% pada 2023.

Pada akhir 2025, kepemilikan non-residen atas obligasi pemerintah berdenominasi rupiah tercatat sebanyak 13,4%, jauh di bawah angka 39% yang tercatat pada 2019. Tekanan lebih lanjut dari arus keluar portofolio ekuitas meningkat pada awal 2026 mengikuti seruan untuk meningkatkan operasi pasar dan transparansi.

IMF menyarankan agar pemerintah Indonesia memperkuat kebijakan terkait menjaga posisi fiskal dan kerangka kebijakan utama serta mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai langkah untuk mengatasi masalah ketergantungan ini. Selain itu, reformasi struktural yang kredibel dan memberikan kepastian diperlukan untuk mendukung iklim bisnis dan investasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, IMF menyarankan adanya peningkatan investasi infrastruktur dan belanja sosial yang lebih efisien dan tepat sasaran. Langkah tersebut, bersama dengan pengurangan hambatan terhadap FDI dan peningkatan fleksibilitas pasar tenaga kerja, diharapkan dapat mempertahankan arus masuk modal dalam jangka menengah, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan global.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com