ZONAUTARA.com – Proses ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, dijadwalkan berlangsung hari ini. Pihak keluarga Sutrimo memutuskan untuk tidak hadir menyaksikan pembongkaran makam tersebut. “Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah,” kata Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, kepada wartawan di kompleks makam, seperti dilaporkan detikJateng, Selasa (11/8/2026) sore.
Aan menegaskan bahwa keluarga Sutrimo sepenuhnya menyerahkan pelaksanaan ekshumasi kepada aparat penegak hukum. Mereka juga tidak akan menolak maupun mengganggu hasil yang nanti diperoleh dari pemeriksaan jenazah Sutrimo. “Pada prinsipnya keluarga sekarang sudah tatag, tinggal nunggu hasil ekshumasi,” jelas Aan. “Memang pihak keluarga memutuskan untuk kehadirannya hanya diwakili oleh saya. Alasan keluarga tidak ikut menyaksikan, nggak bakal kuat,” tambahnya.
Keluarga Sutrimo merasa tenang berkat perlindungan dari Polresta Banyumas. Aan menyatakan bahwa keluarga puas dengan dukungan yang diberikan oleh pihak kepolisian setempat. “Sampai detik ini pihak keluarga tatag dan merasa puas dengan perlindungan Polresta Banyumas. Artinya sampai detik ini juga tidak ada apa-apa, apa yang dikhawatirkan alhamdulillah tidak kejadian,” ungkap Aan.
Ekshumasi tersebut diharapkan dapat mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelidikan yang sedang berlangsung.
Dengan tidak hadirnya keluarga di lokasi langsung, perwakilan dari aparat serta kuasa hukum diharapkan dapat memastikan proses ekshumasi berjalan lancar sesuai prosedur.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

