Kenaikan Tarif VOA hingga Rp1 Juta Sedang Dikaji Imigrasi

Ditjen Imigrasi kaji kenaikan tarif Visa on Arrival (VOA) hingga Rp1 juta untuk pengurusan manual.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi tengah mempertimbangkan untuk menaikkan tarif Visa on Arrival (VOA) atau izin tinggal sementara bagi wisatawan. Penyesuaian ini bisa membuat tarif naik dari Rp500 ribu menjadi Rp750 ribu hingga Rp1 juta, tergantung metode dan waktu pengurusan dokumen.

Tarif VOA yang baru diproyeksikan lebih murah bagi warga negara asing (WNA) yang mengurus e-visa dari negara asal mereka, yakni Rp750 ribu. Namun, bagi mereka yang baru mengurus setelah tiba di Indonesia, tarifnya akan mencapai Rp1 juta. “Kalau mereka yang mengisi VOA-nya selain online, di lokasi, dia harus bayar Rp1 juta, tapi kalau dia isi itu di tempat negaranya, Rp750 ribu,” ungkap Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko saat media briefing di Kantor Imigrasi, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/8/2026).

Hendarsam menyatakan bahwa tarif yang ada saat ini dianggap terlalu rendah dan kurang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. “Visa on Arrival kita itu angkanya cuma Rp500 ribu. Sedangkan kurs kita yang turun-naik itu kami rasa sangat kecil,” ujarnya.

Upaya penyesuaian tarif ini juga bertujuan untuk mendorong WNA agar mengurus e-VOA dari negara asalnya, sehingga dapat mengurai antrean yang berpotensi menumpuk di konter imigrasi bandara, terutama di Bandara Soekarno-Hatta yang dinilai sangat baik dalam memberikan layanan imigrasi. “Ketika mereka isi itu e-visanya di negara mereka, itu kena Rp750 ribu. Gunanya apa? Supaya tidak terjadi penumpukan saat di bandara,” jelas Hendarsam.

Direktorat Jenderal Imigrasi mengklaim bahwa penerimaan negara tidak akan berkurang secara signifikan dengan adanya penyesuaian tarif ini. Bahkan, diharapkan layanan imigrasi dapat lebih efisien dan mengurangi jumlah antrean. “PNBP-nya tetap dapat. Kalaupun nanti agak berkurang, setidaknya dari sisi pelayanan kita bisa lebih baik lagi dalam mengurai jumlah antrean yang ada,” katanya.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com