ZONAUTARA.com – Nigel Farage memenangkan pemilihan sela Clacton dengan meraih 22.239 suara, meski proses pemilihan ini diwarnai berbagai kontroversi terkait keuangan. Pemimpin Reform UK tersebut tidak menghadiri pengumuman hasil resmi, mengklaim ada “kampanye terorganisir untuk mengganggu dan merendahkan hasil.”
Dalam sebuah pertemuan pendukung, Farage menyatakan ingin menghindari “dihinakan dan dipermalukan oleh orang yang tak dikenal.” Meskipun tanpa oposisi yang serius, kemenangan ini meningkatkan semangatnya dan menjadikan gerakannya semakin besar serta berpotensi masuk pemerintahan. Namun, kemenangan ini tidak menghentikan penyelidikan mengenai donasi kepada Reform UK oleh Kepolisian Metropolitan, pertanyaan soal hubungannya dengan seorang penipu terhukum, atau penyelidikan parlemen mengenai hadiah £5 juta dari donor miliarder yang tidak didaftarkan Farage.
Farage sebelumnya mengundurkan diri untuk mengikuti pemilihan ulang dan menyatakan, “warga Clacton harus menjadi hakim tindakan saya,” dan ingin “berjuang melanjutkan revolusi politik yang dimulai Reform.” Namun, pemilihan ini menjadi medan tempur aneh dengan 34 kandidat dan kertas suara sepanjang 90 cm, dan pesaing utamanya adalah seseorang yang berdandan seperti tempat sampah.
Pemerintah setempat memperkirakan biaya pemilihan mencapai £250.000, yang harus ditanggung oleh pembayar pajak, karena undang-undang pemilu melarang Reform UK untuk menutupi biayanya. Setelah pemilihan, Farage terus mendapat sorotan atas pertanyaan mengenai pengelolaan keuangannya.
Kontroversi utama melibatkan £5 juta yang diterimanya dari miliarder kripto Christopher Harborne. Farage menyebutnya sebagai “hadiah tanpa syarat” untuk Brexit dan keamanan pribadi, tetapi tidak mendaftarkan hadiah tersebut, memicu penyelidikan oleh komisi standar parlemen. Selain penyelidikan parlemen, Kepolisian Metropolitan juga sedang menyelidiki donasi besar terhadap Reform UK yang diduga berasal dari donor tidak sah. Kedua penyelidikan ini diharapkan memakan waktu berbulan-bulan untuk selesai.
Diolah dari laporan BBC News.

