ZONAUTARA.com – Michael Bambang Hartono, salah satu tokoh terkemuka di dunia bisnis Indonesia, dikenal luas melalui kepemimpinannya di Grup Djarum. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura pada usia 86 tahun. Berita duka ini telah dikonfirmasi oleh manajemen Grup Djarum.
Michael Bambang Hartono, bersama sang adik Robert Budi Hartono, adalah dua di antara orang terkaya di Indonesia. Kekayaan besar tersebut berasal dari Djarum, perusahaan yang awalnya memperoleh pengakuan di industri rokok kretek sebelum merambah sektor lain seperti perbankan, elettronik, dan teknologi.
Michael lahir pada 2 Oktober 1939 sebagai putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Dia dan adiknya mewarisi dan mengembangkan bisnis keluarga ini. Seiring waktu, Djarum berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia dan melakukan diversifikasi ke berbagai sektor, termasuk perbankan dengan kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Kekayaan terbesar Michael berasal dari kepemilikannya di PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang memegang sekitar 54,94 persen saham BCA. Melalui Dwimuria, Michael memiliki 28 persen saham BCA, menjadikannya salah satu pilar utama hartanya. Portofolio keluarga Hartono juga meluas ke bisnis properti, elektronik melalui Polytron, dan investasi digital.
Sebelum wafat, Forbes mencatat kekayaan Michael mencapai US$18,9 miliar, setara Rp337,8 triliun dengan asumsi kurs Rp17.870 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan perubahan besar dari estimasi sebelumnya yang mencapai US$25,1 miliar pada Desember 2024.
Diolah dari laporan Antara – Ekonomi.

