ZONAUTARA.com – Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, untuk pertama kalinya dibuka bagi kunjungan masyarakat umum. Pembukaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyatakan bahwa masyarakat dapat mengunjungi Istana Wakil Presiden selama periode tiga hari, yakni dari tanggal 15 hingga 17 Agustus 2026. Akses masuk dibuka mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA melalui Gerbang Plaza Demokrasi.
“Pertama kalinya dalam momentum hari kemerdekaan masyarakat bisa berkunjung ke Istana Wakil Presiden selama tiga hari, dari tanggal 15 sampai 17 Agustus 2026. Dibuka mulai pukul 10.00-17.00 Wita, melalui Gerbang Plaza Demokrasi,” ujar Thomas, Sabtu (15/8/2026).
Gedung utama Istana Wakil Presiden IKN berada di posisi lebih tinggi dari gerbang masuk, sehingga pengunjung harus menaiki lebih dari 200 anak tangga untuk mencapai selasar dan gedung utama. Namun, bagi kemudahan akses, pengelola juga menyediakan eskalator.
Dari lokasi ini, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan pembangunan IKN. Di area tersebut, tampak Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 IKN yang berada di bagian belakang kiri gedung. Sementara itu, di depan Istana Wakil Presiden terlihat kompleks Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) dan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN).
Thomas mengimbau agar masyarakat menggunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri dengan kawasan pemerintahan IKN dan berpesan agar pengunjung menaati semua aturan selama berada di area Istana Wakil Presiden. Pengunjung diminta untuk mengenakan pakaian yang rapi, sopan, dan tidak terbuka. Selama kunjungan, masyarakat akan didampingi oleh tim pemandu dari Otorita IKN yang memberikan informasi dan arahan. Meski dibuka untuk umum, akses masyarakat tetap dibatasi pada zona tertentu yang dilengkapi dengan pembatas.
Antusiasme masyarakat tampak selama kunjungan berlangsung, di mana beberapa pengunjung berswafoto di area yang diperbolehkan sambil menikmati panoramanya dari ketinggian. Pengunjung asal Polewali Mandar, Lia, mengungkapkan keinginannya untuk melihat IKN secara langsung.
“Jalan-jalan, mau lihat IKN aja,” ujar Lia.
Selain pakaian dan zona, masyarakat juga harus mematuhi ketentuan pengambilan foto dan video, yang hanya diperbolehkan di area yang sudah ditentukan oleh pengelola.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

