Teleskop Hubble Ungkap Tabrakan Purba Galaksi Bima Sakti

Teleskop Hubble menemukan bukti penggabungan Galaksi Bima Sakti dengan galaksi katai 11,8 miliar tahun lalu.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Pengamatan Teleskop Antariksa Hubble telah menghadirkan bukti baru mengenai sejarah pembentukan Galaksi Bima Sakti. Astronom menemukan bahwa galaksi yang menjadi tempat tinggal umat manusia ini pernah mengalami benturan dan penggabungan besar dengan galaksi katai sekitar 11,8 miliar tahun lalu.

Penggabungan galaksi merupakan salah satu metode utama bagi galaksi untuk tumbuh dan berkembang. Penyusunan sejarah masa lalu Bima Sakti memerlukan analisis mendalam terhadap sisa-sisa objek purba di dalamnya. “Rumah kita adalah galaksi Bima Sakti, tetapi kita tidak tahu bagaimana rumah kita dibangun,” ujar Davide Massari dari Astrophysics and Space Science Observatory of Bologna di Italia, yang memimpin penelitian ini.

Dalam penelitian ini, tim ilmuwan mengidentifikasi populasi gugus bintang bola (globular cluster) yang tidak berasal dari Bima Sakti atau galaksi Gaia-Sausage-Enceladus (GSE), yang juga pernah menabrak Bima Sakti sekitar 10 miliar tahun lalu. Gugus ini diketahui berasal dari galaksi bernama LKH, yang menyatu dengan Bima Sakti pada 11,8 miliar tahun lalu.

Chiara Zerbinati, astronom dari University of Bologna yang juga terlibat dalam penelitian ini, menyatakan, “Berkat resolusi tinggi dan kedalaman pencitraan Hubble, kami dapat mengukur usia dan kandungan logam dari gugus-gugus ini dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya. Ini memungkinkan kami membedakan populasi gugus bintang bola ini dari yang lain.”

Penelitian ini mengungkap bahwa galaksi LKH memiliki massa total setara 500 juta kali massa matahari, yang meskipun kecil untuk ukuran saat ini, memberikan kontribusi besar bagi Bima Sakti yang baru berusia dua miliar tahun setelah peristiwa Big Bang. Temuan yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy ini menawarkan wawasan baru mengenai evolusi Bima Sakti. “Di sini, kami menunjukkan bahwa bintang yang lahir di galaksi eksternal juga memiliki peran penting,” tambah Massari.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com