ZONAUTARA.com – Anggapan jika program digitalisasi di sekolah adalah program yang mahal dan membutuhkan infrastruktur yang banyak dibantah oleh salah satu peserta lulusan Program Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah, Novrieta Tampie, Senin (24/08/2026).
Menurut Novrieta, Kepala Satuan Pendidikan tak boleh terkungkung dalam pola pikir defisit sehingga orientasinya pada apa yang kurang.
Hal tersebut, katanya, akan menjadi pemicu untuk tidak melakukan kegiatan digitalisasi di sekolah-sekolah.
“Padahal jika berpola pikir aset maka kita akan memanfaatkan apa yang ada untuk dijadikan salah satu kekuatan dalam pembelajaran digital di sekolah,” katanya, dalam kegiatan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Angkatan ke 4 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Hotel Wyndham Surabaya selama 4 hari.
Strategi pengelolaan dan tata kelola perangkat digital di satuan pendidikan, beber Kepala Sekolah Dasar GMIM 23 Girian Atas, Bitung, sebenarnya sudah tersedia meskipun dalam kapasitas yang terbatas.
“Digitalisasi tidak menunggu fasilitas lengkap, tapi mulailah dengan teknologi dan sumber daya yang dimiliki dan tentu setiap sekolah mempunyai kekuatan,” bebernya.
Ia menyatakan, kekuatan akan tumbuh saat dikenali dan dihargai agar segera dilakukan perubahan lewat Kolaborasi baik antar sesama guru sampai dengan stakeholder sekolah orang tua murid, yayasan atau apapun yang ada.
“Ini semua harus dimanfaatkan agar supaya fasilitas yang diberikan pemerintah bisa digunakan dan tidak mubasir serta anak didik sudah mulai disuguhkan sesuatu yang baru diera digital seperti saat ini,” tutupnya

