ZONAUTARA.com – Banyak orang beranggapan bahwa kunci mendapatkan tidur malam yang nyenyak hanya terletak pada manajemen stres atau pengurangan waktu layar. Namun, riset kesehatan terbaru mengungkap bahwa konsumsi serat dalam makanan sehari-hari juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas tidur.
Mengonsumsi lebih banyak serat terbukti memiliki kaitan erat dengan kualitas tidur restoratif. Dr. Saema Tahir, spesialis tidur dan penyakit paru dari New York City, menjelaskan bahwa serat mendukung mekanisme tidur melalui jalur biologis saling terhubung seperti sumbu usus-otak, stabilisasi kadar gula darah, dan penurunan peradangan sistemik.
“Asupan tinggi serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga pelepasan glukosa ke dalam aliran darah berjalan bertahap,” jelas Dr. Tahir.
Fluktuasi kadar gula darah dapat menyebabkan seseorang terbangun di malam hari. Dengan serat yang tinggi, proses pencernaan menjadi lebih lambat dan mencegah lonjakan kadar gula secara drastis yang memicu hormon stres.
Studi menunjukkan orang yang mengonsumsi lebih dari 20 gram serat per hari memiliki risiko gangguan tidur 24% lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 gram. Serat juga berkaitan dengan penurunan detak jantung saat malam, menandakan tubuh memasuki fase tidur lelap yang optimal.
Para ahli menyarankan untuk meningkatkan konsumsi serat secara bertahap dan menyelaraskannya dengan jadwal tidur yang konsisten serta pemenuhan nutrisi seimbang. Langkah ini diyakini dapat memperbaiki kualitas tidur secara menyeluruh.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

