Znergy tempati posisi kedua klub terbaik di NSSC Swimming Competition

Znergy Swimming Club meraih posisi kedua sebagai klub terbaik dalam NSSC Swimming Competition 2026 di Manado. Diperkuat 59 atlet yang turun di 304 nomor perlombaan, capaian ini melampaui target awal Znergy untuk masuk tiga besar.

Editor: Redaktur
Head Coach Zefanya (belakang, kedua dari kiri) bersama atlet sekaligus pelatih-pelatih Znergy Aquatic Club, (Foto: Koleksi Znergy).

ZONAUTARA.com Znergy Swimming Club berhasil menempati posisi kedua sebagai klub terbaik dalam NSSC Swimming Competition 2026 yang memperebutkan Piala Dankodaeral VIII.

Kejuaraan renang antarklub berskala nasional itu berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Kolam Renang Dankodaeral, Kairagi, Manado. Sebanyak 43 klub ambil bagian dalam kompetisi tersebut, berasal dari sejumlah daerah seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah hingga Jawa Timur.

Znergy mengirimkan 59 atlet yang turun dalam 304 nomor perlombaan. Dari seluruh penampilan tersebut, Znergy mampu mengumpulkan poin yang mengantarkan klub berada di posisi kedua klasemen umum.

Znergy tempati posisi kedua klub terbaik di NSSC Swimming Competition
Head Coach Znergy Swimming Club Zefanya In Christo Tambuwun (tengah) bersama para pelatih Znergy yang turut mendampingi atlet dalam NSSC Swimming Competition 2026 di Kolam Renang Dankodaeral, Kairagi, Manado. (Foto: Koleksi Znergy).

Capaian ini sekaligus melampaui target yang dibawa Znergy sebelum berangkat ke kejuaraan. Sebelumnya, tim menargetkan dapat masuk dalam tiga besar klub terbaik.

Manager sekaligus Ketua Kontingen Znergy, Fadhilah Rizki, mengatakan target tersebut berbeda dengan kejuaraan yang diikuti Znergy di Gorontalo pada Januari 2026. Saat itu, fokus tim adalah pemerataan medali di antara para atlet.




“Kali ini Znergy berangkat dengan target masuk tiga besar klub terbaik. Target itu tercapai, bahkan Znergy mampu berdiri di posisi kedua,” kata Fadhilah.

Menurut dia, posisi tersebut bukan hasil dari kerja satu atau dua atlet. Capaian Znergy merupakan akumulasi dari proses latihan, penampilan atlet, strategi pelatih, serta dukungan orang tua dan seluruh tim yang terlibat selama kejuaraan.

“Tentu saja pencapaian ini bukan milik satu atau dua orang. Ini adalah hasil dari latihan yang panjang, kepercayaan kepada coach, kerja keras atlet, dukungan orang tua, kekompakan official, serta doa dan dukungan seluruh keluarga besar Znergy,” ujarnya.

Znergy tempati posisi kedua klub terbaik di NSSC Swimming Competition
Atlet Znergy bersama Head Coach Znergy, Zefanya In Christo Tambuwun bersama atlet pemula usai mengikuti NSSC Swimming Competition 2026. (Foto: Koleksi Znergy).

Head Coach Znergy, Zefanya In Christo Tambuwun, menyebut keberhasilan mencapai posisi dua besar menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak hanya dilihat dari hasil akhir klasemen.

“Coach sangat bersyukur dan senang karena target top two club terbaik bisa tercapai. Selain itu, hal-hal yang dibangun dari lomba-lomba sebelumnya mulai menjadi disiplin dan budaya bagi setiap perenang Znergy,” kata Zefanya.

Ia menyebut sejumlah nilai yang terus dibangun dalam tim, mulai dari karakter atlet, kebiasaan saling membantu dan memberikan dukungan, hingga mental untuk menghadapi persaingan.

Nilai tersebut, kata Zefanya, juga terlihat dari keterlibatan atlet pemula dalam kejuaraan. Para perenang yang baru pertama kali berlomba bersama tim mendapat dukungan dari pelatih maupun atlet yang lebih senior.

“Atlet pemula terlihat sangat bersemangat dengan adanya support dari tim pelatih dan teman-teman seperjuangan yang sudah lebih senior. Kedekatan serta kekeluargaan ini menjadi daya dorong tersendiri bagi atlet yang baru pertama kali berlomba bersama tim,” ujarnya.

Znergy tempati posisi kedua klub terbaik di NSSC Swimming Competition
Keluarga besar Znergy Aquatic Club yang tak henti memberi semangat, (Foto: Koleksi Znergy).

Bagi Ketua Znergy Aquatic Club, Noldy Tambuwun, kejuaraan seperti NSSC penting bagi proses pembinaan karena memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka melalui persaingan langsung.

“Kejuaraan renang seperti ini memang sangat perlu, terlebih untuk mengukur pengembangan potensi atlet,” kata Noldy.

Ia menilai posisi kedua umum menjadi capaian yang membanggakan, terlebih target awal Znergy adalah masuk tiga besar. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh unsur yang terlibat dalam tim.

“Peringkat dua umum itu sudah luar biasa. Ini tidak lepas dari peran semua orang tua, perjuangan seluruh atlet, dukungan official dan pengurus Znergy,” ujarnya.

Noldy juga mengapresiasi strategi yang diterapkan tim pelatih selama kompetisi. Menurutnya, target yang semula berada di peringkat tiga besar justru berhasil dilampaui.

Fadhilah menambahkan, salah satu hal yang menjadi bagian dari proses pembinaan Znergy adalah keterlibatan pelatih yang juga masih aktif sebagai atlet renang di Sulawesi Utara.

Menurut dia, kondisi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para atlet karena pelatih tidak hanya menyampaikan teori tentang pertandingan, tetapi juga masih menjalani proses sebagai atlet.

“Mereka tidak hanya mengajarkan bagaimana menjadi atlet, tetapi masih menjalani proses sebagai atlet—berlatih, bertanding, merasakan tekanan kompetisi, menghadapi kemenangan dan kekalahan, serta memahami secara langsung dinamika perjuangan seorang atlet,” kata Fadhilah.

Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi nilai tersendiri dalam pembinaan Znergy. Atlet dapat belajar dari pengalaman pelatih, sementara pelatih juga terus berkembang melalui proses latihan dan pertandingan bersama para atlet.

“Coach tidak hanya berbicara tentang proses. Mereka juga menjalaninya. Di Znergy, pengalaman bertanding bertemu dengan pengalaman melatih,” ujarnya.

Posisi kedua umum di NSSC Swimming Competition 2026 menjadi capaian terbaru Znergy setelah melalui proses latihan dan sejumlah kompetisi sebelumnya. Bagi tim, hasil tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk menghadapi target berikutnya.

“Target tercapai berarti kita sudah membuktikan bahwa kita mampu. Sekarang waktunya menjadi lebih baik,” kata Fadhilah.

Menurut dia, orientasi Znergy tidak berhenti pada pencapaian medali atau posisi klasemen. Pembinaan juga diarahkan untuk membentuk atlet yang memiliki karakter dan mampu menjaga nilai sportivitas dalam perjalanan mereka sebagai perenang.

“Karena Znergy tidak hanya ingin mencetak juara. Kami ingin membentuk atlet yang kuat, berkarakter, sportif, dan meninggalkan legacy,” ujarnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com