Kemarau panjang di Kota Bitung: warga Madidir Unet terpaksa beli air galon

Yaser Baginda
Penulis: Yaser Baginda
Editor: Neno Karlina Paputungan
Rifka Mandak sedang mengambil air bersih. (Foto: Zonautara/Yaser Baginda)

ZONAUTARA.com – Bencana kekeringan mulai membayangi warga di Kota Bitung. Di musim kemarau ini, sumber mata air yang menjadi tumpuan warga di Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir mengering sejak dua bulan terakhir.

Rifka Mandak (33) saat ditemui Zonautara.com mengaku, baru kali ini ia merasakan kesulitan mendapatkan air bersih. 

“Saya tinggal disini sudah 7 tahun. Biasanya walaupun musim panas, air tetap jalan meski pelan. Tapi, sekarang menetes pun tidak ada karena mata air di puncak sudah mengering,” kata Rifka, Rabu (02/09/2026).

Rifka membeber, dua pekan terakhir ia terpaksa harus membeli air galon demi kebutuhan sehari-hari. 

Untuk mencuci pakaian, katanya, setiap akhir pekan harus turun mencuci di aliran sungai yang berada di PT Sinar Mas.




“Anak saya tiga, mereka semua sekolah. Otomatis kebutuhan air harus ada setiap hari. Meskipun dengan uang seadanya, terpaksa saya membeli air galon,” ucapnya, sembari mengatakan, ia hidup dengan uang panjar suami yang bekerja di kapal pancing tuna.

Pun begitu, Rifka mengaku beberapa hari lalu telah mendapat bantuan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara.

“Karena keterbatasan anggaran membeli air galon, saya memberanikan diri minta tolong kepada anggota DPRD, Nabsar Badoa untuk memfasilitasi air bersih,” jelasnya.

Kemarau panjang di Kota Bitung: warga Madidir Unet terpaksa beli air galon
Rifka saat diwawancara (Foto: Zonautara/ Yaser Baginda)

Sekedar informasi, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung mencatat ada 949 kepala keluarga dan 2.909 jiwa warga terdampak kekeringan.

Jumlah tersebut tersebar di 5 Kecamatan, yaitu Madidir, Aertembaga, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara dan Girian.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Welmy Kalangit mengklaim pihaknya telah melakukan langkah-langkah taktis untuk mengantisipasi ancaman kemarau panjang dan kekeringan dengan berkolaborasi strategis, pemetaan wilayah, serta penguatan distribusi kebutuhan dasar warga.

“Sebelumnya, kami telah memperkuat sinergi lintas instansi dengan Perumda Air Minum Duasudara mencakup kesiapan armada untuk mendistribusikan air bersih secara gratis bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang mengalami krisis air domestik,” tukasnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com