ZONAUTARA.com – Pada 29 Agustus 2026, satelit NOAA-21 mencatat 10.927 deteksi hotspot di wilayah Indonesia dalam satu hari. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam dataset yang dianalisis ZONAUTARA.com untuk periode 1 Januari hingga 30 Agustus 2026.
Lonjakan tersebut tidak muncul tiba-tiba. Sepanjang enam bulan pertama 2026, jumlah deteksi hotspot relatif lebih rendah. Januari mencatat 5.707 deteksi, Februari 3.540, Maret 7.642, April 5.365, Mei 4.306, dan Juni 8.334.
Situasinya berubah pada Juli. Dalam satu bulan, jumlah deteksi meningkat menjadi 27.567. Kemudian pada 1–30 Agustus, satelit mencatat 133.261 deteksi.
Artinya, sekitar 68 persen dari seluruh 195.722 deteksi hotspot dalam dataset Januari–Agustus terjadi hanya pada bulan Agustus.
Jika dihitung berdasarkan rata-rata harian, perubahannya bahkan lebih jelas. Pada Januari hingga Juni, rata-rata terdapat sekitar 193 deteksi per hari. Pada Juli angka itu naik menjadi sekitar 889 deteksi per hari. Selama 30 hari pertama Agustus, rata-ratanya mencapai sekitar 4.442 deteksi per hari.
Dengan kata lain, laju deteksi harian Agustus hampir lima kali lipat dibanding Juli.
Melihat perubahan hari demi hari
Angka bulanan dapat menunjukkan besarnya perubahan, tetapi sering kali menyembunyikan bagaimana sebuah episode berkembang dari satu hari ke hari berikutnya.
Karena itu, Tim Data ZONAUTARA.com mengolah data NASA FIRMS menjadi sebuah dashboard interaktif yang memungkinkan pembaca mengikuti perjalanan deteksi hotspot sepanjang 2026.
Tekan tombol Putar untuk menjalankan animasi dari 1 Januari hingga 30 Agustus. Pembaca juga dapat menggeser penanda waktu secara manual untuk melihat distribusi hotspot pada tanggal tertentu.
Ukuran lingkaran pada peta menunjukkan banyaknya deteksi dalam grid spasial sekitar 25–28 kilometer. Grafik di bawah peta memperlihatkan jumlah deteksi per hari dan rata-rata tujuh hari, sehingga perubahan tren dapat dilihat bersamaan dengan persebaran geografisnya.
Pada paruh pertama tahun, titik-titik deteksi terlihat relatif tersebar dan lebih jarang. Kepadatannya mulai meningkat pada Juli, sebelum berubah drastis sepanjang Agustus.
Sejumlah hari pada akhir Agustus mencatat angka yang sangat tinggi. Selain puncak pada 29 Agustus dengan 10.927 deteksi, tanggal 27 Agustus mencatat 6.948 deteksi, 22 Agustus 6.707, 18 Agustus 6.680, dan 19 Agustus 6.329.
Visualisasi tersebut memperlihatkan sesuatu yang sulit ditangkap hanya melalui tabel: kecepatan perubahan skala aktivitas dalam waktu yang relatif singkat.
Hotspot bukan berarti satu kebakaran
Ada batasan penting dalam membaca data ini. Satu titik hotspot tidak sama dengan satu kejadian kebakaran.
Data yang digunakan berasal dari produk VIIRS NOAA-21 Active Fire and Thermal Anomalies milik NASA FIRMS. Sensor satelit mendeteksi anomali panas di permukaan bumi. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi lebih dari sekali pada lintasan satelit yang berbeda.
Sebaliknya, tidak semua anomali panas berasal dari kebakaran hutan atau lahan.
Aktivitas vulkanik, sumber panas industri, maupun sumber termal persisten lainnya juga dapat terdeteksi oleh sensor. Karena itu, dalam dashboard dan artikel ini ZONAUTARA.com menggunakan istilah “deteksi hotspot” atau “anomali termal satelit”, bukan “jumlah kebakaran”.
Dashboard menyediakan opsi eksperimental untuk menyembunyikan grid yang terdeteksi berulang selama sedikitnya 60 hari. Fitur tersebut membantu melihat pengaruh sumber panas yang sangat persisten, tetapi bukan klasifikasi resmi kebakaran hutan dan lahan.
Data masih berhenti pada 30 Agustus
Dataset yang digunakan dalam visualisasi ini mencakup periode 1 Januari hingga 30 Agustus 2026.
Karena itu, angka 195.722 bukan jumlah deteksi untuk satu tahun penuh 2026. Data September hingga Desember belum termasuk dalam analisis ini.
Data NASA FIRMS yang digunakan juga merupakan produk Near Real-Time (NRT). Produk tersebut dirancang untuk pemantauan cepat dan dapat diperbarui atau disempurnakan dalam produk ilmiah berikutnya.
Meski demikian, pola yang terlihat sampai akhir Agustus sudah menunjukkan perubahan yang sangat kuat: setelah enam bulan pertama yang relatif rendah, aktivitas deteksi meningkat pada Juli dan melonjak tajam sepanjang Agustus.
Dashboard ini memungkinkan pembaca tidak hanya melihat angka akhirnya, tetapi menyaksikan bagaimana lonjakan itu terbentuk, satu hari demi satu hari.
Metodologi singkat: ZONAUTARA.com menganalisis 195.722 record NASA FIRMS VIIRS NOAA-21 untuk Indonesia pada periode 1 Januari–30 Agustus 2026. Untuk menjaga performa visual di web dan perangkat seluler, koordinat deteksi dikelompokkan ke grid 0,25 derajat. Agregasi tersebut hanya digunakan untuk visualisasi peta dan tidak mengubah jumlah deteksi harian.
Dashboard ini dibuat oleh Tim Data Zonautara.com – Ronny Adolof Buol
