ZONAUTARA.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur. Operasi ini dilakukan dengan dukungan pesawat Casa A2104 dan Casa 212, serta logistik dari berbagai pihak terkait.
Pada Sabtu (22/8/2026), Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menyatakan bahwa rencana OMC lanjutan dibiayai dari anggaran Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta seluruh pihak dalam pelaksanaan OMC.
“Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di kawasan hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Operasi ini dijadwalkan berlangsung antara 3 hingga 14 September 2026, dengan Jawa Timur dimulai lebih awal pada tanggal 3-9 September, Kalimantan Barat pada 5-14 September, dan Kalimantan Tengah pada 6-14 September. Pelaksanaan OMC ini bertujuan untuk memanfaatkan setiap potensi pembentukan awan hujan maksimal demi pengendalian karhutla.
OMC ditargetkan untuk mendukung pemadaman di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno, serta area lain di Jawa Timur. Upaya ini dilakukan agar potensi hujan dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyulutan kebakaran baru, sejalan dengan koordinasi yang dilakukan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

