ZONAUTARA.com – Penguatan regulasi, pengembangan infrastruktur, hingga pemenuhan rantai pasok komponen dalam negeri dinilai sebagai langkah krusial untuk mendukung percepatan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia yang ditargetkan mencapai 100 gigawatt peak (GWp). CEO Solar Karya Indonesia, Christopher Liawan, menyatakan bahwa hal-hal tersebut akan memegang peran penting.
Pada wawancara CNBC Indonesia, Christopher Liawan menjelaskan bahwa selain aspek regulasi dan rantai pasok, peningkatan kapasitas produksi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi manufaktur komponen panel surya juga sangat diperlukan. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan pembangunan PLTS di dalam negeri.
Sementara itu, para pelaku usaha berharap adanya kepastian dalam penyerapan pasar untuk mendorong ekspansi bisnis di sektor PLTS ini. Ini penting agar industri dapat berkembang dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Prospek dan tantangan dalam ekspansi industri panel surya di Indonesia menjadi bahasan utama dalam dialog antara Shania Alatas dengan Christopher Liawan pada program Squawk Box, CNBC Indonesia, yang ditayangkan pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam dialog tersebut, dibahas secara mendalam tentang bagaimana strategi yang harus diambil untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan dan produksi panel surya di kawasan ini.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

