Sekolah di Daerah Terdampak Abu Gunung Anak Krakatau Dapat Lakukan PJJ

Sekolah di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau diizinkan menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk keselamatan siswa.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Sekolah di wilayah yang terkena dampak erupsi dari Gunung Anak Krakatau diizinkan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga keselamatan dan kesehatan siswa dan guru. Kebijakan ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti dalam konferensi pers daring pada Minggu, 6 September 2025. Abdul Mu’ti menyatakan penyesuaian pembelajaran dilakukan berdasarkan nilai indeks standar pencemaran udara di daerah-daerah tersebut.

Menurut Abdul Mu’ti, wilayah Banten dan Lampung merasakan dampak cukup signifikan. Di Banten, dampak terasa terutama di Kabupaten Serang, sedangkan di Lampung, beberapa wilayah terdampak yaitu Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan. “Di daerah-daerah yang terdampak cukup berat, pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah, daring, atau di tempat lain yang aman,” ujar Abdul Mu’ti.

Bagi sekolah di wilayah yang tidak terkena dampak langsung, kegiatan dapat dilakukan secara tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah paparan abu vulkanik. Protokol yang dimaksud termasuk penggunaan masker serta rekomendasi untuk menutup pintu dan jendela selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung untuk menghindari masuknya abu ke ruang kelas.

Durasi dan jadwal pembelajaran disesuaikan berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah, dan materi terkait kebencanaan dapat ditambahkan dalam ajaran. Abdul Mu’ti menambahkan bahwa kebijakan ini akan mulai diterapkan pada Senin, 7 September 2025, dan bahwa pemerintah pusat tidak menentukan secara spesifik daerah mana saja yang harus menerapkan PJJ karena situasi abu vulkanik yang dinamis.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menganjurkan perguruan tinggi untuk mengurangi aktivitas di luar kampus selama erupsi ini. Aktivitas pembelajaran dan administrasi disarankan dilakukan secara daring atau hybrid, dan perguruan tinggi diminta memobilisasi bantuan kepada masyarakat terdampak. “Kami mengimbau agar langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus diambil,” ungkapnya.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com