ZONAUTARA.com – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali terjadi. Erupsi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan, dan pemerintah bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan dan menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat.
Pantauan menunjukkan aktivitas erupsi dimulai sekitar pukul 24.00 WIB pada Jumat, 4 September 2026, dan berlanjut hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Erupsi sempat berhenti, tetapi kembali terpantau pada Minggu pagi, 6 September 2026, pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Rahmat menekankan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung dalam radius 3-5 kilometer serta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika terdapat paparan abu vulkanik. Warga diimbau menggunakan masker, menutup pintu dan ventilasi rumah untuk menahan masuknya abu. Bagi yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu, sebaiknya segera menuju fasilitas kesehatan terdekat.
“Masyarakat tidak perlu panik. Ikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya. Informasi terbaru disampaikan secara berkala oleh BPBD Lampung melalui berbagai media, termasuk Instagram Story @bpbdlampung. Pemerintah memastikan pemantauan ketat juga diberlakukan pada gunung api aktif lainnya di Indonesia.
Diolah dari laporan Detik – Berita.

