ZONAUTARA.com – Hari ini, tanggal 8 September 2026, Indonesia dan dunia dihadapkan pada berbagai peristiwa menegangkan. Mulai dari serangan kelompok Houthi di Arab Saudi hingga pencarian rombongan jurnalis di Selat Sunda. Peristiwa ini tidak hanya menggambarkan tantangan keamanan, tetapi juga menunjukkan pentingnya respons cepat dalam krisis dan kolaborasi internasional untuk penyelesaiannya.
Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Menurut Antara, Polda Banten mengerahkan tim gabungan untuk mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, mengatakan pencarian dihentikan sementara karena cuaca buruk namun akan dilanjutkan segera setelah kondisi membaik.
Baca selengkapnya di Antara – Top News →
Houthi Serang Arab Saudi, 73 Luka
CNBC Indonesia melaporkan serangan kelompok Houthi ke wilayah selatan Arab Saudi melukai 73 orang dan mengganggu operasional fasilitas energi. Serangan ini semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, apalagi Houthi mengklaim telah menargetkan truk yang diduga datang dari Arab Saudi, meskipun belum ada konfirmasi Saudi.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Penyelarasan SNI Kelapa Sawit
Tirto.id menyebutkan bahwa Prof. Ermanto Pahamsyah menyerukan penyelarasan SNI Kelapa Sawit dengan tuntutan global pada RDPU Panja SNI Komisi VII DPR RI. Ergonomic mengingatkan perlunya memperhatikan legalitas dan prinsip bebas deforestasi untuk penerimaan pasar internasional.
Baca selengkapnya di Tirto.id →
Penjualan Pertamax Green 95 Melejit
CNBC Indonesia mencatat penjualan Pertamax Green 95 meningkat 267% sejak awal 2025. Menurut Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, tren ini memperlihatkan penerimaan positif dari konsumen dan diimbangi dengan peningkatan outlet di Pulau Jawa.
Baca selengkapnya di CNBC Indonesia – News →
Kelanjutan pencarian jurnalis di Selat Sunda masih menunggu cuaca memungkinkan, sementara respons internasional atas krisis di Timur Tengah perlu diwaspadai untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

