ZONAUTARA.com – Ilmuwan di berbagai negara telah menciptakan rumus matematika yang dapat memprediksi peluang keawetan hubungan cinta. Penelitian ini menggambarkan bagaimana perasaan romantis berkembang dan bertahan terhadap tekanan hidup. Profesor Laurent Pujo-Menjouet dari Universitas Lyon I menjelaskan bahwa cara perasaan berubah seiring waktu dapat dimodelkan layaknya “sistem dinamis” yang menunjukkan evolusi dan stabilitas hubungan.
Dalam karyanya “Love! Valour! Equations!” Pujo-Menjouet menjelaskan bahwa tidak ada formula ajaib untuk menjaga keawetan cinta. Namun, ia menekankan pentingnya memahami perubahan dan respon perasaan dalam konteks hubungan. Permodelan matematika ini awalnya terinspirasi dari model populasi hewan seperti kelinci, dengan konsep-konsep seperti Efek Allee yang diaplikasikan pada dinamika romantis.
“Seperti kita bisa memprediksi pertumbuhan populasi, kita bisa memodelkan evolusi perasaan dalam hubungan,” jelas Pujo-Menjouet. Model ini tidak memprediksi siapa yang akan jatuh cinta dengan siapa, tetapi mengapa beberapa pasangan tetap bertahan di tengah badai kehidupan. Psikolog Dr. John Gottman memperkuat pendekatan ini dengan mengodekan interaksi pasangan menjadi data matematika yang dapat memprediksi hasil hubungan.
Penelitian terbaru dari Polandia juga menambah lapisan kompleksitas seperti “reaksi tertunda”, yang mempertimbangkan keterlambatan respon emosional dalam menghadapi konflik. Pujo-Menjouet menegaskan bahwa setiap hubungan memiliki ambang kritis tertentu, di mana jika dilewati, dapat menimbulkan penurunan hubungan.
Meski demikian, para peneliti mengakui bahwa model ini masih memiliki batasan, terutama karena pola hubungan yang berbeda di setiap budaya. Mereka mempertimbangkan penggunaan kecerdasan buatan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang akan membantu pasangan dalam mengarahkan hubungan mereka ke arah yang diinginkan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

