ZONAUTARA.com – Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan terhadap delapan penumpang kapal cepat, termasuk pewarta foto ANTARA, yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa pencarian kali ini dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau area yang lebih luas.
“Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara,” ujar Edy Prakoso.
Pencarian dibagi ke dalam empat titik krusial, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 dengan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, dan SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten untuk menyisir perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Selain menggunakan armada kapal utama, operasi ini juga menyiagakan KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, mobil penyelamat, truk personel, dan drone thermal untuk pemantauan suhu tubuh dari udara, dilengkapi peralatan medis dan komunikasi darurat.
Korban yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal: Warta (kapten, 55), Surakman (ABK, 60), dan Heriyanto (guide, 49), serta lima jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat. Kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan angin selatan-utara berkecepatan 14 knot dan gelombang laut berkisar 0,4 hingga 1 meter. Basarnas mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan di perairan Selat Sunda untuk memberikan informasi jika menemukan petunjuk terkait.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

