ZONAUTARA.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau telah memicu serangkaian pembatalan perjalanan, khususnya penerbangan, yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada tingkat hunian kamar hotel di sejumlah wilayah di Indonesia. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyampaikan bahwa gangguan akses transportasi ke daerah tertentu dapat memengaruhi jumlah pengunjung yang datang, sehingga berimbas pada sektor perhotelan di daerah tersebut.
Sekretaris Jenderal BPP PHRI, Maulana Yusran, menjelaskan bahwa bila akses transportasi terganggu, dampaknya terhadap tingkat hunian hotel tak terhindarkan. “Ya tentu kondisinya akan pasti akan berdampak ke okupansi. Namun sekali lagi kalau kita bicara Lampung, umumnya flight-nya banyak ke Jakarta. Jadi mungkin masih banyak, masih bisa juga untuk menggunakan jalur darat. Itu salah satu strateginya,” kata Maulana kepada CNBC Indonesia.
Kondisi ini tidak hanya terbatas pada pembatalan tiket pesawat saja, melainkan juga mempengaruhi keputusan wisatawan terkait reservasi hotel yang telah dibuat sebelumnya. Faktor keamanan dan akses yang tidak pasti membuat wisatawan memilih untuk menunda atau mengubah rencana perjalanan mereka.
Pemantauan PHRI terhadap situasi terkini di berbagai wilayah, termasuk di Lampung, Banten, dan Jakarta, terus dilakukan. “Traveler itu ada yang mungkin khawatir sehingga mereka meng-cancel perjalanan mereka atau bahkan memperpendek perjalanan mereka. Itu juga bisa terjadi di situ. Dan situasi itu tentu pasti akan berbeda-beda di tiap daerah,” jelas Maulana.
Dalam menghadapi ketidakpastian ini, PHRI mendorong pelaku industri untuk tetap fleksibel dalam menyikapi kondisi pasar. Maulana menambahkan bahwa meski pembatalan perjalanan terjadi, bukan berarti minat wisatawan menurun. Faktor keamanan dan kepastian akses tetap menjadi prioritas utama, terutama untuk daerah-daerah yang menargetkan pengunjung domestik maupun internasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

