ZONAUTARA.com – Badan SAR Nasional (BASARNAS) mengumumkan hasil pencarian speed boat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kapal tersebut diketahui membawa jurnalis yang hendak meliput aktivitas vulkanik gunung tersebut. Meski operasi telah dilakukan, belum ada keberhasilan dalam menemukan kapal tersebut hingga kini.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak 2 Juli 2026, dan statusnya berada pada Level III (Siaga). Peningkatan aktivitas terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, dengan erupsi yang berlangsung sepanjang malam hingga pagi hari, mengakibatkan abu vulkanik tersebar hingga ke daerah Jawa Barat dan Jakarta, serta menyebabkan pembatalan penerbangan di beberapa bandara.
Deputy Bidang Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, dalam sebuah video di Instagram resmi @/sar_nasional, menjelaskan bahwa informasi hilangnya kontak diterima dari jurnalis Antara-Banten, Bapak Bayu, pada 8 September 2026 pukul 13.55 WIB. Jurnalis tersebut melapor bahwa rekan-rekannya yang pergi untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak dapat dihubungi sejak sehari sebelumnya.
Para korban terdiri dari delapan orang, yaitu lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu. Keseluruhan identitas korban adalah: Warta (Kapten kapal), Suratman (ABK), Heriyanto (pemandu), Bagus (jurnalis Antara), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudis (jurnalis iNews), Daus (jurnalis Anadolu), dan Donal (freelance). Upaya pencarian dimulai pada 8 September 2026 dengan pengerahan KN SAR Tetuka dan satu unit RIB menuju lokasi hilangnya kontak dalam radius 3,2 km dari Gunung Anak Krakatau, dengan hasil nihil.
Pada 9 September 2026, Tim SAR memperluas area pencarian hingga seluas 68,3 mil laut, melibatkan beberapa instansi seperti TNI AL, Polisi Air Banten, dan potensi SAR lainnya. Meski telah diupayakan pencarian oleh berbagai pihak, hingga kini hasilnya masih nihil. “BASARNAS akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk pencarian,” ujar Edy, sambil mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan objek pencarian.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

