ZONAUTARA.com – Wilayah Arktik kini menjadi pusat perhatian baru di tengah persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa, meskipun kedua belah pihak masih tergabung dalam aliansi pertahanan NATO. Isu ini diangkat dalam artikel opini oleh Ksenia Smertina, dosen senior di HSE Institute for Media dan pakar di Russian International Affairs Council, yang dimuat oleh media Rusia RT pada 26 September 2026.
Smertina menyebutkan bahwa perebutan pengaruh di wilayah kutub utara tidak lagi hanya berkaitan dengan isu lingkungan. “Perang berikutnya akan terjadi di sini. Amerika dan Eropa akan menjadi musuh,” tulis Smertina dalam judul opininya. Menurutnya, perebutan ini kini melibatkan geopolitik, jalur perdagangan, keamanan, dan sumber daya alam.
Peningkatan kepentingan terhadap Arktik dikatakan dipicu oleh potensi besar di kawasan tersebut, termasuk jalur pelayaran baru dan kekayaan mineral. Amerika Serikat diketahui telah lama membangun kehadiran militer di kawasan utara dengan pangkalan udara, sistem radar, serta pengembangan armada kapal pemecah es.
Sementara itu, Uni Eropa berupaya memperkuat perannya melalui peningkatan kerja sama keamanan, investasi infrastruktur, serta hubungan dengan negara-negara seperti Kanada. Smertina menuliskan, “Arktik telah berubah menjadi zona persaingan ekonomi dan geopolitik, termasuk perebutan pelabuhan, jalur perdagangan, serta sumber daya kutub.”
Meskipun demikian, pandangan ini adalah analisis pribadi dan bukan kesimpulan resmi komunitas internasional. Meskipun terdapat perbedaan kepentingan, AS dan Eropa masih menjaga hubungan dalam kerangka NATO. Selain itu, Rusia dan China juga mengambil peran penting dalam persaingan di Arktik, masing-masing dengan kepentingan terhadap Jalur Laut Utara dan “Jalur Sutra Es.”
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

