ZONAUTARA.com – Kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulawesi Utara (Sulut), dan PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) Honda berhasil mengajak 22 pendonor pemula dalam kegiatan Donor Darah dan Diskusi Sehat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang digelar bersama Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara itu diikuti 29 peserta yang terdiri dari 22 pendonor pemula dan tujuh pendonor tetap.

Koordinator penanggung jawab kegiatan Mobil Unit Transfusi Darah UTD PMI Sulut, dr. Olivia Koagouw, mengatakan dari 29 peserta yang mengikuti kegiatan, hanya 15 orang yang dinyatakan memenuhi syarat setelah menjalani proses skrining kesehatan.
“Namun usai screening yang kami lakukan sebelum proses donor darah dilakukan, hanya 15 yang dinyatakan bisa mendonor dan resmi mendonorkan darah mereka,” jelas Koagouw.
Menurutnya, antusiasme para pendonor pemula yang sebagian besar merupakan anggota BEM Unsrat cukup tinggi.
Para mahasiswa bahkan saling mengajak teman mereka untuk ikut dalam kegiatan donor darah.

“Para mahasiswa ini saling mendorong teman-teman mereka untuk terlibat pada kegiatan ini. Ini langkah bagus untuk keikutsertaan mereka sebagai pendonor tetap,” tambahnya.
Public Relations DAW, Zefanya Elizabeth Mukuan, bersama Bendahara FJPI Sulut, Lily Paputungan, mengaku gembira melihat keterlibatan aktif mahasiswa Unsrat dalam kegiatan tersebut.
Selain donor darah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi kesehatan dan keselamatan berkendara dengan menghadirkan Manager Pemastian Mutu UTD PMI Sulut, Sonny R.A. Pasuhuk, serta Maruly Napitupulu, Gracey Wakary, dan Rossiena Anashtasya Angkouw.
“Bagi kami kehadiran teman-teman mahasiswa Unsrat di kegiatan hari ini menjadi bukti aksi kemanusiaan mulai menjadi bagian gaya hidup mereka. Dan kami sangat berterima kasih atas hasil ini,” ungkap Anya.
Ketua BEM Unsrat, Kelvin Christofel Dayo, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari program kolaborasi yang dilakukan secara rutin.
Ia menyebut masih ada sekitar 10 mahasiswa dari sejumlah fakultas yang sebenarnya ingin mengikuti donor darah, tetapi terkendala waktu.
“Sebenarnya tadi ada sekitar 10 teman-teman perwakilan beberapa fakultas yang ingin ikut, namun terhalang waktu. Kami pun berharap kegiatan ini masih bisa dilakukan rutin di tempat kami,” jelasnya.
Kegiatan donor darah dan diskusi sehat tersebut diharapkan dapat menjadi agenda kolaboratif yang digelar secara berkala, sekaligus mendorong semakin banyak mahasiswa untuk menjadi pendonor darah secara rutin.

