ZONAUTARA.com – Pemerintah telah merealisasikan penyaluran anggaran pendidikan sebesar Rp574,2 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 39,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp411,7 triliun. Menurut Menteri Keuangan Suahasil Nazara, anggaran ini disalurkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk bantuan bagi siswa dan mahasiswa, kesejahteraan tenaga pendidik, serta operasional dan perbaikan fasilitas pendidikan.
Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta pada Jumat, Suahasil merinci bahwa alokasi untuk siswa dan mahasiswa mencapai Rp184,3 triliun, yang disalurkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, anggaran untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik berjumlah Rp177,9 triliun, termasuk untuk pembayaran gaji serta tunjangan profesi mereka. Adapun Rp204,1 triliun dimanfaatkan untuk operasional dan peningkatan fasilitas sekolah maupun perguruan tinggi, termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).
“Baik APBN maupun APBD itu adalah satu kesatuan. Belanja pemerintah pusatnya di APBN. Belanja pemerintah daerahnya lewat transfer ke daerah, dikombinasikan lagi dengan pendapatan asli daerah,” kata Suahasil.
Untuk alokasi pendidikan tahun 2027, Suahasil menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan anggaran sebesar Rp824 triliun untuk memastikan optimalisasi hasil sektor pendidikan. “Tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi Rp824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi,” tambahnya.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

