ZONAUTARA.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengembangkan kurikulum baru yang disebut Kurikulum Cinta dengan tujuan menanamkan kesadaran merawat lingkungan kepada para peserta didik sejak dini. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan dalam acara “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, bahwa kurikulum ini dirancang dalam setahun terakhir untuk membangun relasi interaktif antara Tuhan, manusia, dan alam.
Menurut Menag Nasaruddin Umar, evaluasi terhadap penerapan kurikulum ini yang melibatkan ratusan pengawas madrasah dan pondok pesantren menunjukkan adanya dampak positif yang signifikan di masyarakat. “Kini muncul kesadaran baru di kalangan pelajar untuk memperlakukan makhluk hidup lain dengan penuh kasih sayang,” ujar Menag.
Menag mencontohkan fenomena siswa sekolah dasar yang enggan membunuh nyamuk karena kasihan terhadap kelangsungan hidup anak-anak nyamuk tersebut, dan anak-anak yang secara sukarela merawat hewan peliharaan tetangga yang sedang ditinggal mudik. “Muncullah sebuah kesadaran ‘Tat Tvam Asi’ dalam agama Hindu-Buddha, yakni ‘Engkau adalah aku, aku adalah engkau’,” kata Menag Nasaruddin.
Pendekatan pendidikan ini, lanjut Menag, berupaya mengubah cara pandang generasi muda agar tidak memandang alam semata-mata sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra dalam kehidupan sehari-hari. Langkah strategis ini mendukung gagasan dari Kementerian Lingkungan Hidup agar ekosistem bumi dapat terus berkontribusi bagi kesejahteraan umat manusia.
Bahkan kemajuan sains modern serta teknologi kecerdasan buatan semakin memperkuat kebenaran kearifan lokal dalam memperlakukan alam. “Teknologi AI kini mampu mendeteksi dan melipatgandakan suara getaran dari tumbuh-tumbuhan, membuktikan bahwa alam memiliki bahasa dan sistem kehidupan. Jadi mari kita kembali bersahabat dengan alam,” ungkap Menag Nasaruddin Umar.
Diolah dari laporan Antara – Top News.

