ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan berbagai cara untuk mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu metode yang diterapkan adalah penggunaan cairan pemadam dari Brasil, yaitu Realiza Anti Chamas.
Realiza Anti Chamas merupakan cairan yang diduga mampu memadamkan api lebih efektif daripada air biasa. “Kebetulan ada bantuan dari Brasil berupa cairan yang disemprotkan dan dapat mengendap untuk mematikan api. Cairan ini sudah kami uji coba di Sumatra Selatan dan Kalimantan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, di Jakarta pada 11 Oktober 2026.
Pengujian cairan ini telah dilakukan di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan pada 9 Oktober 2026. Hasil pengujian diklaim menunjukkan bahwa penggunaan bahan ini cukup signifikan dibandingkan hanya menggunakan air biasa. Website resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyebut bahwa cairan ini merupakan campuran zat khusus yang berperan sebagai penghambat penyebaran api.
Paolo Barroso, koordinator tim penyedia dari Brasil, menjelaskan bahwa Realiza Anti Chamas dapat dicampurkan dengan air, kemudian disemprotkan ke area kebakaran. Bahan ini tidak bersifat korosif sehingga tidak merusak tangki penyimpanan. “Kelebihan material ini tidak bersifat toksik dan tidak berpengaruh pada manusia, satwa, ataupun lingkungan,” tambah Barroso.
Efektivitas cairan ini memang belum diverifikasi secara independen, namun perwakilan pemasok Brasil mengklaim bahwa produk ini 10 kali lebih efektif daripada air biasa. Pengujian oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, menunjukkan bahwa api dapat dipadamkan lebih cepat dengan sedikit asap. Material ini terbukti bisa mengendap dan menjaga kelembapan dd hingga 72 jam.
Diolah dari laporan Tirto.id.

