ZONAUTARA.com – Pelestarian bahasa daerah di Indonesia memerlukan dukungan regulasi pemerintah, tenaga pendidik yang kompeten, serta alokasi anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Tanpa sinergi ketiga aspek tersebut, upaya menjaga bahasa daerah dari ancaman kepunahan akan terhambat.
Dalam Kongres Bahasa Daerah 2026 yang berlangsung di Jayapura, Papua, Selasa (20/10), perwakilan pemerintah daerah menekankan pentingnya kebijakan strategis. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Deni Tenouye, menyoroti perlunya peran perguruan tinggi dalam mencetak tenaga ahli bahasa daerah. “Dukungan dari berbagai pihak penting untuk pelestarian bahasa daerah. Mungkin dari perguruan tinggi perlu ada program studi bahasa daerah di Papua Tengah karena sumber daya yang kita bisa dapat itu di perguruan tinggi,” ujar Deni.
Saat ini, tenaga bidang seni dan budaya di Papua Tengah masih terbatas, hanya sekitar 20 orang. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, juga menegaskan bahwa regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) sangat krusial sebagai landasan pembelajaran. Dia mendorong adanya pola rekrutmen khusus bagi calon SDM daerah untuk menempuh pendidikan bahasa daerah agar memiliki kemampuan komprehensif.
Provinsi Bali memberikan contoh praktik baik dalam perlindungan bahasa melalui Perda Nomor 1 Tahun 2018 dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, menyebut Bali telah mengangkat 663 penyuluh bahasa Bali hingga tingkat desa. Bali juga memanfaatkan teknologi digital dengan mengembangkan keyboard Aksara Bali dan mengintegrasikannya dalam industri kreatif, seperti desain fesyen dan animasi, yang dinilai efektif memperkuat identitas budaya dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Secara keseluruhan, forum tersebut menyimpulkan bahwa penyelamatan bahasa daerah membutuhkan pendekatan menyeluruh. Dengan regulasi yang tegas, ketersediaan guru ahli, dan dukungan dana yang maksimal, bahasa daerah diharapkan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

