ZONAUTARA.com – Proyek gas North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur dengan nilai investasi mencapai US$11,8 miliar ditargetkan untuk memulai produksi pada tahun 2028. Proyek ini merupakan salah satu inisiatif yang akan menopang investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia di tengah peningkatan tren investasi beberapa tahun terakhir.
Konstruksi fasilitas produksi terapung proyek tersebut akan dimulai pada Juli 2026, setelah keputusan investasi final atau final investment decision (FID) untuk North Hub dan South Hub direncanakan pada Maret 2026. Proyek ini diharapkan menambah pasokan gas, mendukung produksi LNG, serta membuka peluang usaha bagi industri fabrikasi, penyedia jasa, dan pemasok dalam negeri.
Kemajuan proyek gas besar ini terjadi pada saat investasi hulu migas nasional menunjukkan tren peningkatan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi investasi mencapai US$10,4 miliar atau sekitar Rp179,2 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menyatakan bahwa perkembangan investasi sejak pandemi menunjukkan arah positif, dengan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan dan kebijakan investasi seperti fleksibilitas kontrak dan insentif yang lebih menarik. “Jadi berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik. Itu artinya kemudian yang beroperasi di sini itu memang masih melanjutkan investasinya di Indonesia,” ujarnya.
Peningkatan investasi dan pengembangan proyek seperti North Hub diharapkan dapat membuka peluang bagi sektor hulu migas, dengan catatan bahwa selain kenaikan nilai investasi, realisasi proyek dan tambahan produksi yang terukur diperlukan agar berdampak pada pasokan energi nasional.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

