ZONAUTARA.com – Dalam upaya mengoptimalkan belanja APBN agar dapat terus mendukung perekonomian Indonesia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan pergeseran anggaran sebesar hampir Rp200 triliun. Keputusan ini disampaikan Suahasil dalam Rapimnas KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).
“Dalam skala belanja Rp3.843 triliun, itu mungkin sekarang sudah hampir Rp200 triliun yang kita geser-geser,” kata Suahasil. Strategi ini muncul di tengah meningkatnya beban belanja negara, yang sebagian besar didorong oleh gejolak politik serta berbagai bencana alam, termasuk kebakaran hutan yang saat ini sedang ditangani.
Suahasil menyebut situasi ini sebagai unprecedented event, atau kejadian yang tidak terduga, yang tidak pernah direncanakan dalam anggaran negara. Sekitar Rp60 triliun sudah dianggarkan untuk penanganan bencana. Selain itu, tekanan eksternal memaksa pemerintah membayar subsidi dan kompensasi energi, termasuk bahan bakar minyak, dengan harga lebih mahal.
Realisasi subsidi dan kompensasi hingga akhir September 2026 mencapai Rp376,8 triliun, setara dengan 84,3% dari alokasi subsidi dan kompensasi dalam APBN, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Karena itu, Suahasil menekankan pentingnya kebijakan subsidi yang tepat sasaran meskipun APBN harus tetap mendukung harga energi guna menjaga dinamika ekonomi.
Akhirnya, Outlook belanja negara pada 2026 mengalami peningkatan dari pagu awal APBN sebesar Rp3.843 triliun menjadi Rp3.942 triliun, dengan perkiraan pendapatan meningkat menjadi Rp3.208 triliun. Defisit APBN 2026 pun diperkirakan naik menjadi 2,85 persen dari sebelumnya 2,68 persen. “Kalau belanja meningkat, maka pendapatan kita harus naik atau kita kombinasikan dengan beberapa anggaran yang awal mesti kita geser,” tutup Suahasil.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

