Berapa rupiah yang hilang dari tangan petani dan nelayan Sulut?
Perubahan iklim bukan hanya soal banjir dan kekeringan — ini soal kehilangan pendapatan yang tidak pernah dihitung secara sistematis. Modul ini menghimpun dan memvisualisasikan kerugian ekonomi warga terdampak iklim di Sulawesi Utara.
Rp4,2M
Estimasi kerugian terdokumentasi
127
Laporan mengandung data kerugian
3 sektor
Pertanian · Perikanan · UMKM
DEMOData kerugian ekonomi di bawah ini adalah estimasi ilustratif untuk demonstrasi platform. Data nyata akan bersumber dari laporan terverifikasi warga dan triangulasi BPS/BMKG.
Wajah di Balik Data
👨🌾
"Panen cabai saya anjlok 60%"
Pak Ronny, petani di Minahasa Selatan. Hujan yang bergeser 3 minggu membuat bunga cabai rontok sebelum panen. Kerugian diperkirakan Rp 4,5 juta per hektar musim ini.
PertanianPergeseran musim
🎣
"62 hari tidak bisa melaut tahun ini"
Bu Lena, istri nelayan di Kepulauan Sangihe. Gelombang ekstrem yang semakin sering membuat suaminya tidak bisa keluar laut. Pendapatan keluarga turun hampir separuh.
PerikananGelombang ekstrem
🏪
"Banjir 3x dalam setahun"
Ibu Meri, pemilik warung sembako di Manado. Banjir berulang merusak stok dagangan dan memaksa tutup usaha selama total 11 hari. Kerugian melebihi Rp 8 juta tahun ini.
UMKMBanjir berulang
* Narasi di atas adalah contoh ilustratif. Profil warga nyata akan ditambahkan setelah platform beroperasi dan laporan terverifikasi terkumpul.
Estimasi Kerugian per Sektor
Akumulasi kerugian ekonomi dari laporan warga terverifikasi (estimasi)
🌾 Pertanian & PerkebunanRp 1,8M
Gagal panen, irigasi rusak, hama musim panas — 58 laporan
🐟 Perikanan & KelautanRp 1,4M
Hari melaut hilang, kerusakan alat, migrasi ikan — 39 laporan
🏪 UMKM & Usaha KecilRp 0,7M
Kerusakan stok & properti akibat banjir — 22 laporan
🏘 Infrastruktur & PropertiRp 0,3M
Kerusakan rumah, jalan, dan fasilitas — 8 laporan
Total estimasi kerugian terdokumentasiRp 4,2 Miliar
Dampak per Kabupaten/Kota
5 wilayah dengan kerugian ekonomi iklim tertinggi
Bolaang Mongondow
Rp 980jt
Kep. Sangihe
Rp 764jt
Minahasa Selatan
Rp 608jt
Manado (Kota)
Rp 441jt
Kep. Talaud
Rp 372jt
📌 Temuan awal untuk liputan investigatif
Bolaang Mongondow dan Kepulauan Sangihe-Talaud secara konsisten menjadi wilayah dengan kerugian petani/nelayan tertinggi. Kedua wilayah ini juga memiliki akses permodalan paling terbatas — menjadikannya paling rentan terhadap spiral kemiskinan iklim.
Bagaimana kerugian ekonomi dihitung?
1. Laporan Warga
Setiap laporan dapat menyertakan estimasi kerugian dalam rupiah — hilangnya hasil panen, kerusakan alat, hari kerja yang hilang.
2. Triangulasi Data
Laporan diverifikasi silang dengan data harga komoditas BPS, data cuaca BMKG, dan referensi kerugian bencana BNPB.
3. Publikasi Terbuka
Semua data kerugian dipublikasikan terbuka (CC BY 4.0) untuk digunakan jurnalis, peneliti, NGO, dan pembuat kebijakan.
📋
Laporkan Kerugian Ekonomi Kamu
Petani, nelayan, atau pemilik usaha yang mengalami kerugian akibat perubahan iklim — ceritamu adalah data yang akan membuat angka ini lebih akurat dan kebijakan lebih berpihak.