🗺 Peta Laporan 💰 Dampak Ekonomi 📊 Dashboard 🤖 Analisis AI 🔥 Kemarau 2026 📋 Panduan 🌱 Tentang Project ✏️ Laporkan + Buat Laporan
🔥 Mode Kemarau 2026 · Aktif

Dasbor Pemantauan
Kemarau Sulawesi Utara

Pantau dampak kemarau 2026 secara real-time melalui laporan warga. Fokus pada tiga sektor paling terdampak: pertanian, kebakaran hutan & lahan, dan krisis air bersih.

Laporan pertanian
Laporan kebakaran
Laporan krisis air
Kabupaten terdampak
🌾
Kekeringan Pertanian

Kemarau menyebabkan pergeseran musim tanam, irigasi gagal, dan peningkatan serangan hama. Dampak paling besar di Lembah Dumoga (Bolmong) dan dataran tinggi Minahasa.

Laporkan jika: sawah kering · gagal panen · irigasi buntu · hama meningkat
🔥
Kebakaran Hutan & Lahan

Vegetasi kering meningkatkan risiko kebakaran. Area berisiko tinggi: kawasan TNBNW, lereng Gunung Ambang (Bolmong Timur), dan hutan lindung Minahasa Selatan.

Laporkan jika: titik api terlihat · asap tebal · lahan gambut terbakar · hutan dibuka
💧
Krisis Air Bersih

Sumur dan mata air mengering lebih awal. Daerah kepulauan (Talaud, Sangihe, SITARO) paling rentan karena terbatasnya infrastruktur air dan curah hujan sangat rendah.

Laporkan jika: sumur kering · mata air surut · sungai tidak mengalir · warga beli air
Distribusi laporan kemarau per kabupaten/kota
Wilayah prioritas pemantauan
  • Lembah Dumoga — sentra padi, irigasi dari DAS Kinali terancam
  • Kepulauan Talaud — kekeringan berkepanjangan, akses air terbatas
  • SITARO — kombinasi kemarau + potensi aktivitas Karangetang
  • Minahasa Selatan — kebun cengkeh & pala rentan gagal panen
  • Bolmong Timur — kawasan hutan berisiko kebakaran tinggi
Sumber data pendukung

Data laporan pada dasbor ini berasal dari platform Pantau Iklim Sulut · Diperbarui setiap kali laporan baru masuk · Mode Kemarau dinonaktifkan otomatis setelah Oktober 2026