Pantau dampak kemarau 2026 secara real-time melalui laporan warga. Fokus pada tiga sektor paling terdampak: pertanian, kebakaran hutan & lahan, dan krisis air bersih.
Kemarau menyebabkan pergeseran musim tanam, irigasi gagal, dan peningkatan serangan hama. Dampak paling besar di Lembah Dumoga (Bolmong) dan dataran tinggi Minahasa.
Vegetasi kering meningkatkan risiko kebakaran. Area berisiko tinggi: kawasan TNBNW, lereng Gunung Ambang (Bolmong Timur), dan hutan lindung Minahasa Selatan.
Sumur dan mata air mengering lebih awal. Daerah kepulauan (Talaud, Sangihe, SITARO) paling rentan karena terbatasnya infrastruktur air dan curah hujan sangat rendah.
Data laporan pada dasbor ini berasal dari platform Pantau Iklim Sulut · Diperbarui setiap kali laporan baru masuk · Mode Kemarau dinonaktifkan otomatis setelah Oktober 2026