Pantau dampak kemarau 2026 melalui laporan warga. Fokus pada tiga sektor paling terdampak: pertanian, kebakaran hutan & lahan, dan krisis air bersih. Data bertambah setiap kali warga melapor.
Kemarau menyebabkan pergeseran musim tanam, irigasi gagal, dan peningkatan hama. Dampak paling rentan di Lembah Dumoga dan dataran tinggi Minahasa. Belum ada laporan petani yang masuk — jadilah yang pertama melapor.
Vegetasi kering meningkatkan risiko kebakaran. Area berisiko tinggi: kawasan TNBNW, lereng Gunung Ambang (Bolmong Timur), dan hutan lindung Minahasa Selatan. Laporan titik api warga sangat dibutuhkan sebagai early warning.
Sumur dan mata air mengering lebih awal. Daerah kepulauan (Talaud, Sangihe, SITARO) paling rentan karena terbatasnya infrastruktur air. Warga yang merasakan krisis air bersih sangat perlu melaporkannya.
Laporan kamu — sekecil apapun — adalah data berharga. Sawah retak, sumur mengering, cuaca panas yang tidak biasa, pohon layu, hewan ternak kekurangan air — semuanya penting dicatat.
Data laporan pada dasbor ini diambil langsung dari Google Sheets via Apps Script · Diperbarui real-time setiap kali laporan baru masuk dan terverifikasi · Mode Kemarau aktif hingga Oktober 2026