Ringkasan
ZONAUTARA.com – Pagi itu, Rabu 11 Februari 2026, cuaca cerah menyambut kapal ferry Lokongbanua yang sandar di Pelabuhan Torosik, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Kapal milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) itu membawa kloter pertama warga terdampak bencana erupsi Gunung Ruang dari Pelabuhan Bitung. Di antara penumpang kapal yang menempuh perjalanan semalaman itu, ada Polce Puasa yang sudah berusia 81 tahun.
Ia bersyukur tiada tara. Ini sejarah bagi dirinya. Usai hidup di lokasi pengungsian di Bitung hampir dua tahun, kini Polce akhirnya mendapat kepastian tempat tinggal. Pemerintah telah membangun rumah untuknya di Kawasan Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang di Modisi. Berjarak kurang lebih 35 kilometer dari Torosik. Polce bersama penumpang kapal pagi itu, diangkut dengan bus menuju Huntap Modisi.
Formasi bangunan rumah Huntap di Modisi yang terbagi dalam dua zona nampak modern. Kawasan itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas publik. Pemerintah menyediakan rumah tipe 36 bagi 282 keluarga yang berasal dari Pulau Ruang di Sitaro. Pulau mereka dinyatakan tidak bisa lagi dihuni, pasca-erupsi dahsyat Gunung Ruang pada April 2024. Beberapa warga nampak bergelinang air mata ketika tiba di Huntap. Termasuk Polce.
Dua hari kemudian, pada Jumat 13 Februari, relokasi penduduk dua kampung dari Kabupaten Kepulauan Sitaro ke Kabupaten Bolsel ini, diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit kepada Bupati Bolsel Iskandar Kamaru. Chyntia nampak bersedih, karena harus merelakan 845 jiwa rakyatnya berpindah status kependudukan. KTP mereka sudah berganti. Kini Polce menjadi penduduk Bolsel.

Ronny Adolof Buol 